Gubernur Luthfi Ajak PMII Tetap Kritis, Kritik Harus Berbasis Data
KUDUS[BahteraJateng] – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak mahasiswa yang tergabung dalam tetap kritis dalam PMII menyikapi berbagai persoalan di masyarakat. Namun, kritik yang disampaikan harus berbasis data, menawarkan solusi, serta dikawal hingga menghasilkan tindak lanjut.
Pesan tersebut disampaikan Luthfi saat menghadiri Konferensi Cabang (Konfercab) XXXII Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Kudus di Pendopo Kabupaten Kudus pada Sabtu (8/8).

Luthfi mengatakan, mahasiswa memiliki energi besar dan posisi strategis sebagai agen perubahan. Karena itu, energi tersebut harus diarahkan pada kegiatan konstruktif yang memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
“Mahasiswa mempunyai energi lebih. Energi itu harus digunakan untuk hal-hal yang konstruktif dalam rangka menciptakan masa depan diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Luthfi.

Menurutnya, sikap kritis tidak cukup hanya dengan menyampaikan penolakan atau turun ke jalan. Mahasiswa harus memahami persoalan secara utuh, menguasai data, menyusun konsep solusi, dan mampu menyampaikan pesan secara tepat kepada publik maupun pemerintah.
Luthfi juga mengingatkan pentingnya komunikasi publik dalam menyampaikan aspirasi. Ia mengaku memiliki pengalaman menghadapi berbagai aksi demonstrasi ketika masih menjabat sebagai Kapolda Jawa Tengah.
“Jadi, di situ ada komunikasi publik yang harus disampaikan oleh rekan-rekan, oleh sahabat-sahabat mahasiswa, agar message atau pesannya sampai,” ujarnya.
Ia juga meminta mahasiswa memahami Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Menurutnya, menyampaikan pendapat merupakan hak warga negara yang harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan tetap menghormati hak orang lain dan kepentingan umum.
Luthfi menekankan, perjuangan mahasiswa tidak boleh berhenti setelah aksi selesai. Aspirasi yang telah disampaikan harus terus dikawal untuk memastikan ada keputusan atau tindakan nyata.
“Harus ada kontrol. Jangan sampai begitu Anda menyampaikan pendapat, demo selesai, lalu selesai. Apakah itu sudah selesai atau ada tindak lanjutnya?” tegasnya.
Ia menilai pengawalan tersebut akan membuat gerakan mahasiswa lebih substantif karena kritik tidak berhenti sebagai suara perlawanan, tetapi dapat mendorong kebijakan dan penyelesaian konkret.
Luthfi juga mengajak mahasiswa menjaga kondusivitas Jawa Tengah. Menurutnya, stabilitas keamanan dan kepastian hukum penting untuk menjaga kepercayaan investor dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, Ketua PC PMII Kabupaten Kudus Medan Wijaya menyatakan dukungan terhadap pemerintahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.
Konfercab XXXII PC PMII Kabupaten Kudus diikuti sekitar 230 anggota dan kader dari tingkat rayon, komisariat hingga cabang. Forum tersebut juga menjadi ruang regenerasi kepengurusan sekaligus perumusan kajian strategis organisasi.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan pemerintah daerah terbuka terhadap kritik dan masukan mahasiswa. Ia berharap PMII tidak hanya menjadi pengawas pemerintahan, tetapi juga menghadirkan gagasan dan inovasi untuk mempercepat pembangunan Kabupaten Kudus.(sun)

