Gus Labib Tekankan Pentingnya Kemandirian Ekonomi Huffazh dalam Konferwil JQHNU Jateng
SEMARANG[BahteraJateng] – Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah, Mandzhur Labib, menekankan pentingnya kemandirian ekonomi bagi para penghafal Al-Qur’an (huffazh) agar dapat lebih fokus dalam menjaga hafalan dan menjalankan peran keagamaan.
Hal tersebut disampaikan saat membuka Konferensi Wilayah (Konferwil) Jam’iyyatul Qurra’ wal-Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Jawa Tengah di aula Dinas Sosial Jawa Tengah pada Sabtu (18/4).

Menurutnya, kesejahteraan ekonomi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberlangsungan para hamalatul Qur’an. Dengan kondisi ekonomi yang mapan, para huffazh dapat lebih tenang dalam menjaga hafalan tanpa terbebani persoalan kebutuhan hidup.
“Dalam bidang ekonomi, para hamalatul Qur’an harus kuat agar bisa lebih fokus menjaga Al-Qur’an,” ujarnya.

Selain itu, Gus Labib juga mendorong JQHNU untuk membangun jejaring ekonomi di kalangan anggotanya sebagai bentuk saling menguatkan. Ia menilai, organisasi memiliki peran strategis dalam menciptakan ekosistem yang mendukung kesejahteraan para penghafal Al-Qur’an.
Ia turut mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap perkembangan program tahfizh, termasuk melalui pemberian beasiswa pendidikan. Namun demikian, ia mengingatkan agar kesejahteraan tidak menggeser niat utama dalam menghafal Al-Qur’an.
“Ekonomi penting, tetapi niat tetap harus dijaga karena menghafal Al-Qur’an adalah amanah,” tegasnya.
Konferwil JQHNU Jateng diharapkan mampu merumuskan program yang tidak hanya memperkuat keilmuan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan para huffazh di tengah tantangan zaman.

