Hadapi Era AI, Ketua PWI Jateng Ingatkan Wartawan Tetap Utamakan Verifikasi
SEMARANG[BahteraJateng] — Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah, Setiawan Hendra Kelana, mengingatkan wartawan agar tetap mengutamakan verifikasi, akurasi, dan kepentingan publik di tengah perkembangan media siber serta penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam produksi jurnalistik.
Pesan tersebut disampaikan Iwan, sapaan akrabnya saat membuka Konferensi Kabupaten (Konferkab) PWI Kabupaten Semarang di ruang presroom pada Senin (31/8).
Menurutnya, perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam dunia kewartawanan. Media siber berkembang semakin pesat, sementara teknologi AI mulai digunakan untuk membantu berbagai proses produksi karya jurnalistik.
“Kemajuan teknologi tersebut tidak boleh menggeser tanggung jawab utama wartawan dalam memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Wartawan tetap dituntut memahami prinsip-prinsip jurnalistik, termasuk melakukan verifikasi, memastikan akurasi informasi, menjaga independensi, serta mempertimbangkan kepentingan publik.
Penggunaan AI, menurutnya, harus ditempatkan sebagai alat bantu dalam pekerjaan jurnalistik, bukan sebagai pengganti tanggung jawab profesional wartawan.
Di tengah derasnya arus informasi digital, kecepatan dalam memproduksi berita juga menjadi tantangan tersendiri. Wartawan dituntut mampu bekerja cepat, tetapi tetap harus memastikan informasi yang diberitakan telah melalui proses pengecekan yang memadai.
Selain tantangan teknologi, Iwan menegaskan pentingnya wartawan memegang teguh Kode Etik Jurnalistik, Undang-Undang Pers, serta peraturan yang ditetapkan Dewan Pers.
PWI sebagai organisasi profesi wartawan memiliki tanggung jawab untuk menjaga kualitas dan integritas anggotanya.
“Ketika masyarakat bertanya seperti apa wartawan itu, lihatlah anggota PWI,” tegasnya.
Karena itu, perkembangan teknologi seharusnya menjadi momentum bagi wartawan untuk meningkatkan kompetensi, bukan mengurangi standar profesionalisme.
Konferkab PWI Kabupaten Semarang sendiri dinilai menjadi momentum evaluasi sekaligus memperkuat organisasi. Forum tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemilihan kepengurusan, tetapi juga mendorong peningkatan kompetensi, kaderisasi, dan profesionalisme wartawan.
“Saya berharap hasil konferensi dapat membawa perbaikan bagi PWI Kabupaten Semarang sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan para pemangku kepentingan yang selama ini menjadi mitra organisasi kewartawanan,” pungkasnya.


