Haul Kiai Jungke, Hidupkan Sejarah dan Ekonomi Masyarakat
SEMARANG[BahteraJateng] – Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin, menilai keberadaan Makam Kiai Jungke di Kelurahan Pandansari, Kecamatan Semarang Tengah, memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata religi yang tidak hanya menjaga warisan sejarah, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Hal itu disampaikan Iswar saat menghadiri Pengajian Akbar Haul sekaligus Peresmian Makam Kiai Jungke di Jalan Gendingan pada Sabtu (27/6) malam. Menurutnya, semakin banyak peziarah yang datang, semakin besar pula peluang tumbuhnya usaha warga di sekitar kawasan makam.
“Kalau rutinan seperti pengajian atau sholawatan terus dihidupkan, insyaallah silaturahmi antarwarga makin kuat, keberkahan akan hadir, dan aktivitas ziarah juga akan ikut menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitar Pandansari,” ujar Iswar.
Ia mengapresiasi warga yang secara swadaya merawat dan merenovasi kawasan makam hingga akhirnya dapat diresmikan. Menurutnya, komitmen masyarakat dalam menjaga situs bersejarah merupakan modal penting untuk mengembangkan wisata religi di Kota Semarang.
Selain bernilai ekonomi, Iswar menegaskan Makam Kiai Jungke yang juga dikenal sebagai Kiai Nayawangsa atau Sayyid Husain merupakan bagian dari jejak sejarah penyebaran Islam di Semarang yang harus terus dilestarikan.
Ia mengajak masyarakat meneladani perjuangan para ulama sekaligus menjaga warisan sejarah agar tetap dikenal generasi mendatang.
Iswar juga mengingatkan masih banyak makam ulama di kawasan Semarang Tengah yang memerlukan perhatian. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama merawat situs-situs bersejarah agar tetap lestari sekaligus memberi manfaat bagi kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi warga.(sun)


