Kereta Panoramic
KAI Wisata menghadirkan inovasi baru pada layanan Kereta Panoramic melalui fitur pemutar kursi 90 derajat.(Dok. Humas KAI Wisata)
|

KAI Wisata Hadirkan Fitur Kursi 90 Derajat di Kereta Panoramic

JAKARTA[BahteraJateng] – PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) menghadirkan inovasi baru pada layanan Kereta Panoramic melalui fitur pemutar kursi 90 derajat guna meningkatkan pengalaman perjalanan pelanggan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Fitur yang telah diperkenalkan sejak 2024 ini memungkinkan kursi penumpang diputar menghadap jendela, sehingga pelanggan dapat menikmati panorama perjalanan dengan sudut pandang yang lebih luas dan nyaman.


Corporate Secretary KAI Wisata, Otnial Eko Pamiarso, mengatakan Kereta Panoramic tidak hanya berfungsi sebagai moda transportasi antarkota, tetapi juga menawarkan pengalaman wisata bergerak yang semakin diminati.

“Melalui fitur 90 derajat ini, kami ingin memberikan pengalaman perjalanan yang lebih immersive, di mana pelanggan bisa menikmati keindahan lanskap Indonesia dengan cara yang berbeda,” ujarnya pada Jumat (3/4).


Fitur ini dioperasikan pada titik-titik tertentu dengan panorama terbaik. Untuk relasi Gambir–Bandung, misalnya, fitur dijalankan saat melintasi lintas Cikubang–Padalarang, sedangkan arah sebaliknya berada di lintas Cisomang–Purwakarta. Sementara untuk rute Bandung–Surabaya Gubeng, fitur dapat dinikmati di lintas Cibatu–Cipeundeuy.

Pengoperasian fitur dilakukan setelah layanan di atas kereta, seperti pembagian makanan dan minuman, selesai diberikan kepada penumpang. Petugas juga akan memberikan pengumuman khusus sebelum kursi diputar.

KAI Wisata memastikan penggunaan fitur ini tetap mengedepankan keselamatan dan kenyamanan. Proses pemutaran kursi dilakukan dengan bantuan petugas serta mengikuti sejumlah ketentuan, seperti memastikan posisi kursi tegak, meja tertutup, dan area sekitar aman.

Menurut Otnial, fitur ini menjadi salah satu nilai tambah yang memperkuat daya tarik Kereta Panoramic sebagai layanan perjalanan premium berbasis wisata.

“Kami ingin menunjukkan bahwa perjalanan dengan kereta api di Indonesia bisa menjadi bagian dari destinasi wisata itu sendiri,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *