Kaligrafi Digital Jadi Cabang Baru MTQ Nasional ke-31, Kafilah Kudus Andalkan 2 Juara Jateng
Bupati Sam’ani Intakoris saat menyerahkan uang pembinaan dari Baznas kepada Kafilah MTQ Nasional XXXI asal Kudus di Pringgitan Pendapa, Senin (7/9). (Dok. Diskominfo)
| |

Kaligrafi Digital Jadi Cabang Baru MTQ Nasional ke-31, Kafilah Kudus Andalkan 2 Juara Jateng

KUDUS[BahteraJateng] — Sebanyak tujuh kafilah asal Kabupaten Kudus akan memperkuat kontingen Jawa Tengah dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-31 di Kota Semarang, 11-20 September 2026. Jawa Tengah menargetkan gelar juara umum dalam ajang tersebut.

Ketujuh kafilah Kudus terdiri atas enam peserta putra dan satu peserta putri. Mereka akan berlaga dalam sejumlah cabang, termasuk Qira’at Al-Qur’an, Fahmil Qur’an, serta kaligrafi. Para peserta didampingi tiga pendamping. Para kafilah tersebut sebelumnya berpamitan kepada Bupati Kudus Samani Intakoris di Pringgitan Pendopo Kabupaten Kudus, Senin (7/9).

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kudus Shony Wardana mengatakan para peserta yang dikirim merupakan kader terbaik dari Kabupaten Kudus. ”Mudah-mudahan kader kita yang tujuh orang terbaik dari Kabupaten Kudus itu nanti bisa memperoleh yang terbaik di MTQ Nasional. Mudah-mudahan bisa dapat juara semua,” kata Shony.

Para peserta telah menjalani training center (TC) sejak Agustus 2026 sebagai persiapan menghadapi kompetisi tingkat nasional. Cabang kaligrafi digital menjadi salah satu yang diandalkan Kudus. Khoirul Fikri dari Kecamatan Dawe dan Anita Salsa Billa dari Kecamatan Bae sebelumnya berhasil menjadi juara pada tingkat Jawa Tengah.

Pembina MTQ Jawa Tengah asal Kudus, Saiful Mujab, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi modal bagi keduanya untuk menghadapi kompetisi tingkat nasional. ”Ini cabang baru dan Kudus juaranya,” bebernya.

Saiful berharap munculnya cabang kaligrafi digital dapat mendorong santri di Kudus untuk mengembangkan kemampuan kaligrafi sekaligus memanfaatkan teknologi. ”Semoga ini menginspirasi santri-santri di Kudus bahwa sekarang ini ada cabang bukan hanya kaligrafi dekorasi, kaligrafi naskah. Kemudian ada cabang baru yang Kudus juga juaranya yaitu kaligrafi digital,” ungkapnya.

Selain dukungan dari pemerintah dan masyarakat, ketujuh kafilah Kudus juga memperoleh uang pembinaan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kudus melalui pentasyakuran zakat, infak, dan sedekah. Total bantuan yang diberikan sebesar Rp15 juta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *