Kemenkes Kembali Buka Prodi PPDS Anestesi FK Undip
SEMARANG[BahteraJateng] – Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang resmi dibuka kembali pada Selasa (20/5), setelah enam bulan ditangguhkan.
Pembekuan sementara yang dilakukan sejak 14 Agustus 2024 lalu oleh Kementerian Kesehatan RI merupakan buntut dari kasus perundungan (bullying) yang diduga menyebabkan wafatnya dr. Aulia Risma Lestari.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, dr. Azhar Jaya, menyatakan bahwa pembukaan kembali prodi ini dilakukan setelah Undip dan RSUP Dr. Kariadi melaksanakan 35 poin perbaikan yang menjadi syarat utama dari hasil audit Inspektorat Jenderal Kemenkes RI dan Kemendikbudristek.
“Iya, hari ini sudah resmi dibuka kembali karena berdasarkan audit Itjen Kemenkes RI dan Kemendikbudristek, mereka sudah melaksanakan 35 item perbaikan yang diwajibkan,” ujar dr. Azhar dalam konferensi pers di Gedung Rektorat Undip, Tembalang, Semarang, Selasa (20/5).

Beberapa poin perbaikan yang dimaksud antara lain: pembuatan pakta integritas bagi peserta PPDS, skrining kesehatan rutin setiap enam bulan, seleksi bersama secara transparan, sosialisasi anti-perundungan bagi peserta dan keluarga, pembentukan paguyuban orang tua peserta, penggunaan e-logbook dan sistem monitoring, pemasangan CCTV di area pendidikan, penataan waktu istirahat dan jam jaga, dan pemberian imbalan jasa bagi peserta PPDS.
Azhar menekankan bahwa seluruh perbaikan dilakukan secara menyeluruh di semua level, baik di FK Undip maupun RSUP Dr. Kariadi.
Terkait pembukaan kembali dua program lain, yakni PPDS di RS Hasan Sadikin dan Prodi Penyakit Dalam di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Azhar belum memberikan kepastian waktunya.
Seperti diketahui, penutupan Prodi Anestesi FK Undip pada Agustus 2024 lalu dimaksudkan untuk menciptakan suasana kondusif dalam mendukung proses investigasi atas kasus perundungan yang menghebohkan dunia kedokteran Indonesia.(sun)

