Simulasi Sispamkota Polres Demak.
Simulasi Sispamkota oleh Polres Demak yang digelar di depan kantor Bupati Demak, Kamis (23/4).(Dok. Humas Polres)
|

Kerusuhan di Kantor Bupati Demak, Ada Apa ?

DEMAK[BahteraJateng] – Suasana mencekam sempat terlihat saat berlangsungnya kerusuhan di depan Kantor Bupati Demak pada Kamis (23/4), saat sekelompok massa terlibat aksi saling dorong dengan aparat kepolisian.

Namun, insiden tersebut merupakan bagian dari simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang digelar Polres Demak. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei.

Dalam simulasi itu, diperagakan skenario aksi unjuk rasa dengan melibatkan sekitar 5.000 massa yang datang dari berbagai wilayah. Massa menyampaikan tuntutan terkait penurunan harga bahan pokok, namun situasi memanas setelah mereka tidak puas dengan respons pemerintah daerah.

Kericuhan pun disimulasikan, mulai dari aksi dorong-dorongan, pelemparan batu, hingga pembakaran ban di depan Kantor Bupati Demak. Aparat kepolisian dari satuan Dalmas hingga tim tindak dikerahkan untuk mengendalikan situasi secara tegas dan terukur sesuai standar operasional prosedur (SOP), hingga kondisi kembali kondusif.

Bupati Demak, Eisti’anah, menegaskan bahwa simulasi tersebut penting untuk memastikan kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi potensi gangguan keamanan, terutama pada momentum May Day.

“Kesiapan pengamanan tidak bisa dianggap enteng. Seluruh aspek harus dipersiapkan dengan matang, baik personel maupun sarana dan prasarana,” ujarnya.

Ia menambahkan, latihan Sispamkota menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan daerah serta mengantisipasi berbagai potensi kerawanan.

Sementara itu, Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra menekankan pentingnya keseriusan personel dalam mengikuti latihan.

“Melalui latihan ini, kita ingin memastikan seluruh personel siap secara fisik, mental, dan keterampilan dalam menghadapi berbagai situasi yang mungkin timbul, khususnya saat peringatan May Day maupun situasi lainnya,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya difokuskan pada wilayah sendiri, tetapi juga mencakup kemungkinan dukungan pengamanan ke daerah lain jika diperlukan.

“Latihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme dan sinergi antarinstansi dalam menjaga keamanan wilayah,” pungkasnya.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *