KKN Posko 36 Hadirkan Identitas Rumah Dukung Ekonomi Digital
| |

KKN Posko 36 Hadirkan Identitas Rumah Dukung Ekonomi Digital

UNGARAN[BahetraJateng] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terpadu (MIT) ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 36 melaksanakan Gerakan Identitas Rumah di Desa Karangtengah, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan yang digagas melalui Divisi Ekonomi Kreatif tersebut dilakukan dengan memasang identitas pada 130 rumah warga di Dusun Kuren dan Dusun Beran. Program ini menjadi salah satu upaya mahasiswa untuk membantu warga memiliki penanda alamat yang lebih mudah dikenali dalam aktivitas sehari-hari.

Pemasangan identitas rumah dilakukan dengan melihat kebutuhan sederhana yang kerap ditemui masyarakat. Salah satunya ketika warga menerima paket, sementara lokasi rumah belum memiliki penanda yang jelas sehingga kurir harus bertanya atau mencari alamat terlebih dahulu.

Maraknya aktivitas jual beli melalui platform digital membuat pengiriman barang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat. Kondisi tersebut membuat keberadaan alamat yang mudah dikenali menjadi hal yang cukup penting, terutama bagi warga yang sering menerima maupun mengirim paket.

Melalui identitas rumah, mahasiswa KKN Posko 36 mencoba memberikan solusi sederhana agar rumah warga lebih mudah ditemukan. Penanda tersebut diharapkan dapat membantu kurir maupun masyarakat dari luar wilayah mengenali lokasi rumah tanpa harus terlalu sering meminta petunjuk.

Koordinator Divisi Ekonomi Kreatif KKN Posko 36, Much. Ulin Nuha, mengatakan ide tersebut muncul dari persoalan yang sering dijumpai dalam aktivitas pengiriman barang.

“Kami melihat sekarang di era digitalisasi 5.0 banyak aktivitas jual beli melalui platform digital seperti Shopee. Ketika alamat rumah tidak memiliki identitas yang jelas, kurir terkadang harus mencari atau bertanya terlebih dahulu. Dari situ kami mencoba menghadirkan solusi sederhana yang manfaatnya bisa langsung dirasakan warga,” ujar Ulin.

Menurut Ulin, kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemasangan sebuah papan nama. Mahasiswa berusaha melihat persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat kemudian menghadirkan solusi yang dapat diterapkan secara sederhana.

“Bagi kami, ekonomi kreatif bukan hanya soal membuat produk untuk dijual. Kreativitas juga bisa berupa cara melihat kebutuhan masyarakat dan mencari solusi dari persoalan tersebut,” tambahnya.

Gerakan Identitas Rumah mendapat respons dari warga yang menjadi sasaran kegiatan. Selain membantu kurir menemukan alamat, penanda rumah juga dapat mempermudah tamu atau masyarakat dari luar wilayah ketika mencari lokasi tertentu. Ketua RT 1 Dusun Kuren, Sukardi, menilai keberadaan identitas rumah cukup membantu aktivitas warga, terutama di tengah meningkatnya kebiasaan berbelanja secara daring.

“Sekarang banyak warga yang menerima paket, bahkan ada juga yang berjualan secara online. Kalau identitas rumahnya jelas, kurir lebih mudah mencari alamat. Jadi warga tidak perlu terlalu sering memberikan petunjuk atau keluar mencari kurir,” ungkap Sukardi.

Menurutnya, manfaat dari program tersebut justru terlihat dari hal-hal kecil yang sebelumnya sering dianggap sepele.

“Memang kelihatannya sederhana, hanya memasang identitas rumah. Tetapi kalau semua rumah memiliki penanda yang jelas, lingkungan menjadi lebih mudah dikenali dan aktivitas warga juga lebih terbantu,” lanjutnya.

Keterlibatan KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 36 dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa program pengabdian tidak selalu harus diwujudkan melalui kegiatan besar. Persoalan sederhana yang ditemui di lingkungan masyarakat pun dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menghadirkan solusi.

Bagi Posko 36, Gerakan Identitas Rumah menjadi bentuk kontribusi yang dekat dengan kebutuhan warga. Dari sebuah penanda di depan rumah, mahasiswa berupaya menciptakan kemudahan dalam aktivitas sehari-hari sekaligus membantu kelancaran mobilitas barang dan jasa di Desa Karangtengah.

Sumber : Dwi Khoiriyatun Nikmah – Tim KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 36.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *