Kopi Hijau Berikan Energi Tanpa Efek Samping Berlebih
JAKARTA [BahteraJateng]- Minum kopi sudah menjadi gaya hidup masyakarat urban menuntut produktivitas tanpa henti dan jadwal super sibuk sebagai standar keberhasilan. Minuman pencuri perhatian, kopi hijau, menjadi alternatif memberikan energi tanpa efek samping berlebihan.
Kopi hijau atau green coffee adalah biji kopi mentah tidak melalui proses pemanggangan dan kerap digunakan sebagai suplemen dan kandungan dalam minuman energi.
Dokter Spesialis Nutrisi dan Gizi, dr. Dion Haryadi, PN1, CHC, AIFO-K mengatakan, potensi green coffee dalam mendukung gaya hidup sehat.
“Dibandingkan dengan kopi hitam yang umum dikonsumsi, green coffee lebih kaya akan antioksidan dan asam klorogenat yang memiliki banyak manfaat kesehatan. Selain memberi energi tambahan, green coffee juga membantu menjaga metabolisme tubuh tetap optimal. Kandungan kafeinnya yang lebih rendah juga mengurangi risiko jantung berdebar dan gangguan tidur,” jelas dr. Dion, Senin (14/4).
Kandungan antioksidan di dalam green coffee menjadi alasan utama minuman ini mulai dilirik sebagai pendamping gaya hidup aktif di kota besar. Aktivitas padat, paparan polusi, hingga stres harian bisa menimbulkan stres oksidatif dalam tubuh. Peran antioksidan menjadi sangat penting membantu tubuh menangkal radikal bebas dan menjaga keseimbangan sistem imun.
Model sekaligus fitness influencer, Bobby Andreas Ida mengungkapkan, pengalaman setelah rutin mengonsumsi green coffee.
“Di era work-life balance sambil tetap produktif, menjaga energi tanpa mengorbankan kesehatan adalah prioritas saya. Banyak yang mengira energi hanya bisa didapat dari minuman berenergi tinggi gula atau kopi berkafein tinggi. Namun, sejak mengonsumsi minuman energi dengan green coffee, saya merasakan fokus dan stamina yang lebih stabil sepanjang hari,” ungkap Bobby, dikenal melalui channel YouTube-nya, 2Ninefit Indonesia.
Manfaat lain membuat green coffee semakin naik kelas adalah perannya dalam membantu mengontrol berat badan. Dia menyebutkan, sebuah riset melibatkan perempuan dengan obesitas menunjukkan konsumsi green coffee bersamaan dengan diet defisit kalori menghasilkan penurunan berat badan lebih signifikan dibandingkan diet saja.
“Tak heran bila green coffee mulai mendapat tempat sebagai bagian dari smart food choices bagi kalangan urban peduli pada penampilan dan kesehatan jangka panjang,” kata dia.

