Konsolidasi LAZ GERAKIN di Jateng
Kegiatan Sharing Session dan Konsolidasi LAZ GERAKIN di Sekretariat PW IKA-PMII Jawa Tengah, Pesantren Al-Firdaus YPMI Ngaliyan, Semarang, Jumat (21/8).(Dok. LAZ GERAKIN)

LAZ GERAKIN Konsolidasi di Jateng, Bidik Potensi ZIS hingga Rp1 Triliun

SEMARANG[BahteraJateng] – Lembaga Amil Zakat Gerakan Kita Indonesia Mendunia (LAZ GERAKIN) di bawah naungan Yayasan Gerak Kita Indonesia Mendunia (GERAKIN) melakukan konsolidasi di Jawa Tengah untuk memperkuat kelembagaan sekaligus memaksimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Kegiatan Sharing Session dan Konsolidasi LAZ GERAKIN tersebut digelar di Sekretariat PW IKA-PMII Jawa Tengah, Pesantren Al-Firdaus YPMI Ngaliyan, Semarang pada Jumat (21/8). Kegiatan diikuti ratusan peserta yang merupakan utusan LAZ GERAKIN PB IKA-PMII, PW IKA-PMII, dan PC IKA-PMII se-Jawa Tengah.


Kegiatan mengusung tema “Memperkuat Kelembagaan, Menyelaraskan Strategi Fundraising dan Memantapkan Penataan Struktur Organisasi di Tingkat Wilayah dan Cabang IKA-PMII se-Jawa Tengah”.

Direktur Utama LAZ GERAKIN PB IKA-PMII, Sandi Suwardi Hasan, mengatakan LAZ GERAKIN didirikan untuk memaksimalkan potensi zakat di Indonesia yang selama ini dinilai belum tergarap secara optimal.


LAZ GERAKIN sendiri ditetapkan sebagai lembaga amil zakat (LAZ) berskala nasional berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 939 Tahun 2026 tertanggal 27 Juli 2026.

“LAZ GERAKIN dibentuk untuk memaksimalkan potensi zakat di Indonesia yang selama ini belum tergarap secara optimal,” kata Sandi dalam sambutannya yang disampaikan melalui Zoom.

Sandi mengajak alumni PMII dan masyarakat muslim untuk meningkatkan kesadaran menunaikan zakat sekaligus mengenal keberadaan LAZ GERAKIN sebagai lembaga amil zakat yang telah memiliki legalitas resmi.

Menurutnya, legalitas tersebut diharapkan meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui LAZ GERAKIN sehingga dapat dikelola secara profesional dan tepat sasaran.

LAZ GERAKIN menargetkan pembentukan kepengurusan di tingkat wilayah dan cabang pada tahun ini. Dana yang berhasil dihimpun nantinya akan disalurkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, antara lain sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan bantuan sosial.

Sandi menyebut LAZ GERAKIN telah memiliki 10 pengurus wilayah di tingkat provinsi. Dengan jaringan tersebut serta dukungan amil yang telah memiliki sertifikasi kompetensi, pihaknya membidik potensi penghimpunan dana ZIS hingga Rp1 triliun.

“Dengan jaringan 10 Pengurus Wilayah yang telah dimiliki serta amil-amil yang telah mengantongi sertifikasi keahlian, LAZ GERAKIN membidik potensi dana Zakat, Infaq, dan Shadaqoh (ZIS) hingga mencapai angka Rp1 triliun yang siap untuk dikelola secara profesional dan tepat sasaran,” ujarnya.

Sebelum memperoleh legalitas dari Kementerian Agama, LAZ GERAKIN juga telah melakukan berbagai persiapan, termasuk pelatihan zakat dan sertifikasi kompetensi bagi para amil.

Pelatihan tersebut dilaksanakan pada 11-17 Juli 2026 di Jakarta. Materinya mencakup aspek syariah, peraturan perundang-undangan, manajemen lembaga amil zakat, penghimpunan dana, pendistribusian, hingga pendayagunaan zakat.

Sandi mengatakan pelatihan dan sertifikasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pengelolaan zakat dilakukan sesuai prinsip syariah sekaligus memenuhi standar profesional dan akuntabel.

Ketua Umum PW IKA-PMII Jawa Tengah, Prof. Musahadi, menyambut baik berdirinya LAZ GERAKIN. Menurutnya, kehadiran lembaga tersebut menjadi bagian dari upaya alumni PMII untuk berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

PW IKA-PMII Jawa Tengah sebelumnya telah mengirimkan tiga peserta untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi amil zakat di Jakarta. Ketiganya dinyatakan lulus uji kompetensi dan memperoleh sertifikat sebagai amil zakat.

“LAZ GERAKIN sebagai lembaga filantropi milik IKA-PMII dikelola secara profesional sehingga kehadirannya membawa manfaat bagi umat Islam dan masyarakat Indonesia,” ujar Musahadi.

Sementara itu, Sekretaris Bidang Kelembagaan LAZ GERAKIN PB IKA-PMII, Ahmad Safrudin, mengatakan langkah mendesak setelah konsolidasi adalah membentuk struktur manajemen LAZ GERAKIN di tingkat PW dan PC IKA-PMII.

Struktur tersebut meliputi manajer, sekretaris, kepala bidang administrasi, kelembagaan dan inovasi, sekretaris bidang administrasi, kelembagaan dan inovasi, kepala bidang pengumpulan dan distribusi, sekretaris bidang pengumpulan dan distribusi, serta unsur staf.

“Diharapkan sebelum akhir Agustus semua PW IKA-PMII dan PC IKA-PMII di Jawa Tengah sudah dapat mengajukan permohonan surat keputusan struktur kepengurusan manajemen LAZ GERAKIN di tingkat wilayah dan cabang,” kata Safrudin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *