Mengulik Musik dan Lagu Kesukaan Presiden Ke-1 Sampai Ke-8
Oleh Agus Widyanto
Presiden kita mulai dari yang ke-1 sampai ke-8, ternyata punya selera music yang khas. Bahkan para Presiden kita juga punya lagu pilihan, lagu favorit atau lagu kesukaan tersendiri. Termasuk presiden Indonesia terkini, Jenderal (Purn) Prabowo Subianto yang bukan saja senang dengan lagu tertentu, bahkan bisa menyanyikannya dengan fasih. Bahkan mampu memodifikasinya.

Dimulai dari Presiden pertama yang juga Proklamator kita, Ir Soekarno yang populer dengan panggilan Bung Karno. Dikenal sebagai pecinta seni, khususnya lukisan, Bung Karno juga senang dengan musik dan tari. Konon, beliau juga menciptakan lagi yang judulnya “Mari Kita Bersuka” hasil diskusinya dengan Ki Hadjar Dewantoro.
“Bersuka Ria” direkam label Irama, yang dikelola Musisi Jack Lesmana dan Bing Slamet. Lagu ini dinyanyikan secara beramai-ramai oleh para penyanyi top waktu itu seperti Bing Slamet, Rita Zahara, Titiek Puspa, dan Nien Lesmana, dengan irama lenso. Sebagai pengiringnya, orkes musik pimpinan Jack Lesmana, ayah dari Musisi Indra Lesmana dan sineas Mira Lesmana. Lagu itu pernah ngetrend di tahun 1965.
Yang menarik, meski menyukai musik, Bung Karno pernah melarang lagu-lagu rock dan pop yang dianggap bernuansa kapitalis. Lagu-lagu dan musik dari The Beatles dan sejenisnya, disebut beliau sebagai “Musik ngak ngik ngok”. Group music dan penyanyi Indonesia pun sempat kena imbas dari kebijakan Bung Karno. Lagu Koes bersaudara berjudul “Oh Kasihku” dan “Boneka Dari India” yang dinyanyikan Ellya Khadam (dulu dikenal sebagai Ellya Agus dan Ellya M Haris), ikut dilarang. Bahkan para personel Koes Bersaudara sampai harus masuk penjara. Cerita ini kemudian diklirkan oleh Yok dan Yon Koeswoyo, mereka itu “diamankan untuk suatu misi konfrontasi dengan Malaysia”.
Pak Harto, Presiden kedua Republik Indonesia, meski suka mengundang penyanyi terkenal mulai dari Titiek Puspa, Waldjinah, sampai Sundari Sukoco untuk acara-acara kenegaraan, jarang tersekspos apa lagu kesukaannya. Letjen TNI (Purn) Soeyono, mantan ajudan Presiden Soeharto, menyebut selera musik Pak Harto lebih menyukai gending-gending Jawa seperti pada orang-orang di eranya.
Melihat ada nama Waldjinah dalam daftar penyanyi yang sering diundang, mungkin beberapa lagu hits yang dibawakan Waldjinah bisa jadi menjadi kesukaan Pak harto. Beberapa hits Waldjinah di antaranya “Jangkrik Genggong”, “Walang Kekek” dan “Yen Ing Tawang”, bisa jadi merupakan lagu yang dinikmati Pak Harto. Mungkin juga lagu ciptaan Gesang seperti Bengawan Solo dan Jembatan Merah masuk di dalamnya.
Di era pemerintahan Soeharto, Harmoko selaku Menteri Penerangan disebut-sebut melarang lagu-lagu yang dianggap cengeng dilarang tampil di TVRI, televisi satu-satunya yang ada waktu itu. Instruksi itu disampaikan Menteri Penerangan Harmoko pada acara HUT ke-26 TVRI, 24 Agustus 1988. Akibatnya, lagu “Hati yang Luka” ciptaan Obbie Mesakh yang dinyanyikan oleh Betharia Sonata yang sedang berada di puncak popularitasnya, tidak bisa tampil di acara-acara TVRI. Lagu-lagu karya Rinto harahap juga ikut terkena imbas kebijakan Harmoko.
Yang menarik, meski masa pemerintahannya singkat, Presiden ketia RI, BJ Habibie, lagu-lagu pilihannya banyak dikenal masyarakat. Dalam buku “Habibie dan Ainun”, presiden ketiga itu juga diceritakan senang mendengarkan musik, semua genre kecuali musik hip hop dan rap. Pada pameran bertajuk “Alunan Melodi Presiden” dalam program “Museum Keliling Koleksi Kepresidenan” yang digelar di Museum Islam Indonesia Hasyim Asy’ari (MINHA), Kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, sedang digelar Senin (21/8/2023) hingga Minggu (27/8/2023), diungkapkan bahwa Pak Habibie pernah memainkan lagu “Bengawan Solo” ciptaan Gesang bersama-sama teman orkes keroncongnya.
Lagu lain yang disukai Pak Habibie “Sepasang Mata Bola” karya komponis Ismail Marzuki. Tidak hanya sekedar menyukainya, lagu “Sepasang Mata Bola” pernah dinyanyikan BJ Habibie pada peringatan Hari Anak Nasional di Istana Merdeka, 23 Juli Tahun 1998.
Bagaimana dengan Gus Dur? Presiden keempat Indonesia ini selera musiknuya tergolong kelas berat. Hobinya mendengarkan music klasik seperti Beethoven dan Mozart. Ada cerita tentang pengalamannya saat dirawat di RSCM dan diberi hiburan musik Beethoven. Dokter yang merawatnya melihat bagaimana Gus Dur menikmati musik kesukaannya memakai headset.
Begitu cintanya dengan mujsik klasik, saat diwawancara Komedikus Bambang Haryanto, tentang apakah Gus Dur kecewa saat dilengsertkan. Jawabannya cukup mengejutkan. Dengan enteng Gus Dur menjawab, “Sama sekali tidak. Saya lebih menyesal ketika saya kehilangan 27 rekaman Simfoni Kesembilan dari Beethoven”.
Presiden kelima Indonesia, Megawati Soekarnoputri semua orang tahu kalau beliau suka menari sejak kecil. Kegiatan menari sering dilakukannya di Istana Negara bersama ibu, ayah dan saudara-saudaranya. Sejak kecil itu dia sudah belajar menari. Hingga akhirnya dia kerap diminta tampil menari mengisi acara-acara resmi kenegaraan, misalnya ketika ada acara kunjungan tamu dari kepala negara asing, Soekarno kerap memintanya menari.
Namun dalam satu acara penghimpunan dana untuk membangun Kembali Kantor DPP PDI Perjuangan di Jl Diponegoro Jakarta, Megawati menyanggupi menyanyikan satu lagu sebagai ucapan terima kasihnya kepada para donatur. Lagu yang dinyanyikannya adalah “My Way” yang dipopulerkan Frank Sinatra. Legenda musik Jazz Amerika Serikat yang diakui sebagai penyanyi favoritnya.
Tentang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, jangan tanya soal musik. Sewaktu masih taruna Akademi Militer, Pak SBY sudah piawai menyanyi. Salah satu lagu yang sering dinyanyikan kalau mudik ke kampung halamannya adalah “Ke Jakarta”-nya Koes Plus. Ini pernah diceritakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di media massa. Beliau juga piawai memainkan gitar.
Karenanya tak mengherankan kalau SBY disebut-sebut sebagai presiden pencipta lagu terbanyak dan masuk ke Museum Rekor Indonesia (MURI). Selama menjabat, SBY telah merilis empat album, yaitu Rinduku Padamu (2007), Evolusi (2009), Ku Yakin Sampai Di Sana (2010) dan Harmoni Alam Cinta dan Kedamaian (2011). Album kelima seakan menjadi album perpisahan SBY selama menjabat menjadi kepala negara.
Jangan terkejut kalau Presiden ketujuh kita, Jokowi Widodo yang populer dengan sebutan Jokowi, adalah penggemar musik-musik cadas. Meski penampilannya kalem, mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta ini masuk dalam barisan fans berat Metallica, super group asal Amerika Serikat. Tak mengherankan kalau dia berada di jajaran pentontn saat Metallica menggelar konser di Jakarta tahun 1993.
Untuk memenuhi Hasrat musiknya, Jokowi pernah sampai mengejar ke luar negeri jika ada grup rock favoritnya tampil. “Sehingga saya sampai kadang-kadang saya kejar-kejar di Singapura sampai lihat Lamb of God, Judas Priest. Seneng saja,” katanya suatu kali.
Koleksi kaos symbol fans group rock juga menjaid bagian dari koleksinya, selain album ya. Jokowi punya kaos-kaos Lamb of God, Megadeth, Metallica, serta Guns and Roses.
Presiden terbaru kita, Jenderal (Purn) Prabowo Subianto juga akrab dengan dunia musik. Dalam satu wawancara dengan statsiun TV nasional, Prabowo mengaku terkesan dengan lagu One Moment in Time yang dipopulerkan melalui suara Whitney Houston. Presiden kedelapan ini juga mampu mengolahnya menjadi lagu dengan lirik Bahasa Indonesia.
(Agus Widyanto, wartawan senior, peminat kebudayaan dan falsafah Jawa)

