Menuju World-Class University, UIN Walisongo Perkuat Sumber Pendanaan Eksternal
SEMARANG[BahteraJateng] – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang memperkuat strategi pengembangan sumber pendanaan eksternal sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu dan reputasi perguruan tinggi menuju world-class university.
Langkah tersebut dibahas dalam Executive Meeting Pengembangan External Resources yang digelar di Ruang Rapat Senat, Gedung Rektorat UIN Walisongo Semarang pada Selasa (1/9).
Pertemuan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Prof. Pratikno, jajaran pimpinan universitas, dekanat, serta pimpinan lembaga dan unit di lingkungan UIN Walisongo.
Menko PMK Prof. Pratikno menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam perencanaan pembiayaan perguruan tinggi. Menurutnya, kampus tidak seharusnya hanya menyusun program berdasarkan kemampuan anggaran internal, tetapi perlu berani menawarkan nilai dan narasi masa depan untuk menarik dukungan eksternal.
“Tata kelola perguruan tinggi itu pada dasarnya mengelola dilema mandat. Kita butuh mencari rel yang tepat, bukan sekadar mengerem,” ujar Pratikno.
Ia mendorong perguruan tinggi mengoptimalkan berbagai sumber pendanaan, mulai dari external fresh money, bantuan fasilitas atau in-kind, hingga skema naming rights melalui kemitraan dengan korporasi dan filantropi.
Rektor UIN Walisongo Semarang Prof. Musahadi mengatakan arahan tersebut menjadi dorongan bagi kampus untuk mengembangkan pola pembiayaan yang lebih inovatif. Menurutnya, penguatan sumber daya eksternal penting untuk mendukung agenda peningkatan kualitas layanan dan daya saing UIN Walisongo.
“UIN Walisongo Semarang siap mengadopsi cara berpikir baru ini: merancang masa depan kampus berbasis narasi keunggulan, inovasi pembiayaan eksternal, dan penguatan skema kemitraan strategis,” kata Musahadi.
Ia menambahkan, hasil Executive Meeting akan ditindaklanjuti oleh unit kerja dengan membagi sumber pembiayaan program strategis melalui tiga saluran, yakni anggaran internal, kontribusi fasilitas (in-kind), dan fresh money dari mitra eksternal.
Pengembangan sumber pendanaan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas kampus dalam menghadirkan layanan pendidikan tinggi berkualitas internasional sekaligus menopang peningkatan reputasi UIN Walisongo di tingkat global.


