MTQ Hadirkan Nilai Al-Qur’an di Masyarakat, Bukan Sebatas Ajang Lomba Membaca
SEMARANG[BahteraJateng] – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) bukan sekadar ajang kompetisi dan perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi menjadi momentum untuk menghadirkan dan menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat.
Menteri Agama Prof. KH. Nasarudin Umar, mengatakan selain itu MTQ juga memperkuat syiar Islam sekaligus memperkokoh persatuan masyarakat Indonesia.
“Al-Qur’an diturunkan sejatinya untuk dibaca, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Prof Nasar saat menyampaikan sambutan dalam upacara pembukaan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang pada Sabtu (12/9) malam.
Menurutnya, MTQ Nasional tahun ini mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban. Penyelenggaraan MTQ Nasional memiliki sejarah panjang di Indonesia.
Tradisi ini, lanjutnya berkembang sejak dekade 1940-an dan kemudian secara resmi menjadi agenda nasional pada 1968 di Makassar Sulawesi Selatan. Karena itu, MTQ Nasional XXXI di Semarang ini diharapkan tidak berhenti pada kompetisi antar kafilah, tetapi diharapkan mampu memperkuat syiar Islam sekaligus memperkokoh persatuan masyarakat Indonesia.
Dia menambahkan, kemeriahan MTQ Nasional yang kemudian bergeser menjadi agenda bangsa dan syiar Islam yang mendunia selama ini hanya berlangsung di Indonesia , bekum ada negara lain yang menyamainya.
Pada arena ini, ujarnya nilai-nilai Al-Qur’an hadir dalam kehidupan masyarakat. Al-Qur’an dan hadis dijadikan pedoman manusia untuk menjalankan tanggung jawabnya kepada Tuhan dan mengabdi kepada bangsa dan negara.
Sebelumnya,Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat berlomba kepada seluruh kafilah MTQ Nasional XXXI mengatakan penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah terlaksana melalui sinergi Kementerian Agama RI, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, serta berbagai pihak lainnya.
“Kegiatan ini diikuti sebanyak 2.242 peserta dari 38 provinsi, yang terdiri atas 1.751 peserta inti dan 491 peserta cadangan. Menurut saya mereka berlomba untuk menjadi juara, tentu tidak bisa terpenuhi semua, taoh yakinlah para peserta ini adalah para juara di hadapan Allah
SWT,” tuturnya.
Pembukaan MTQ Nasional XXXI ditandai dengan pemukulan bedug oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof Pratikno.(day)


