| |

Optilmalkan Tumbuh Kembang Anak, Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Dampingi Marathon Posyandu 4 Hari dan Kelas Balita

KENDAL[BahteraJateng] – Komitmen untuk menjaga kesehatan ibu dan anak di Desa Putatgede, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal terus berjalan secara berkelanjutan.

Namun, ada yang berbeda pada pelaksanaan pelayanan kesehatan masyarakat di bulan Agustus ini. Ditengah padatnya rangkaian kegiatan dan peringatan kemerdekaan desa sepanjang bulan Agustus, jadwal Posyandu yang biasanya terbagi dalam dua pekan disesuaikan menjadi skema marathon empat hari berturut-turut, yakni pada tanggal 18 hingga 21, yang kemudian dipungkasi dengan penyelenggaraan Kelas Balita pada tanggal 22.


Secara rutin pada bulan-bulan biasa, pelayanan Posyandu di Desa Putatgede sejatinya terbagi secara teratur di beberapa titik wilayah, yaitu dua hari pada awal minggu pertama yang bertempat di Pos Lestari 1 dan 2, serta dilanjutkan dua hari pada awal minggu kedua yang berlokasi di Pos Lestari 3 dan 4. Penyesuaian jadwal menjadi marathon empat hari berturut-turut khusus pada bulan Agustus ini dilakukan agar pelayanan kesehatan bulanan bagi masyarakat tetap berjalan optimal 100 persen tanpa terganggu oleh tingginya ritme kegiatan kemasyarakatan di desa.

Dalam penyesuaian agenda khusus ini, kolaborasi sinergis terjalin erat antara para kader kesehatan desa dan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terbit (MIT) UIN Walisongo Semarang Posko 211 demi memastikan seluruh proses Posyandu dan Kelas Balita berjalan lancar, tertib, dan tepat sasaran.


Meskipun diselenggarakan secara berturut-turut selama empat hari, antusiasme para ibu dan balita di Desa Putatgede sama sekali tidak berkurang. Sejak hari pertama pada tanggal 18 hingga hari terakhir Posyandu pada tanggal 21, suasana pos kesehatan selalu ramai dipadati warga sejak pukul 09.00 WIB. Dengan membawa Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), para orang tua mengantre secara tertib untuk memantau pertumbuhan buah hati mereka.

Rangkaian kegiatan kesehatan bulan Agustus di Desa Putatgede mencapai puncaknya pada tanggal 22 melalui penyelenggaraan Kelas Balita. Jika Posyandu maraton berfokus pada pemeriksaan dan penimbangan fisik, Kelas Balita dirancang secara khusus sebagai wadah edukasi serta diskusi interaktif bagi para ibu yang memiliki balita, terutama pada rentang usia emas 1 hingga 5 tahun (12–60 bulan).

Rentang usia 1–5 tahun merupakan masa transisi penting di mana anak mulai beralih ke makanan keluarga serta mengalami perkembangan pesat pada syaraf motorik, sensorik, dan bahasa.

Kelas Balita berlangsung hangat dan komunikatif di balai desa. Tim mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Posko 211 bersama tenaga kesehatan menyajikan materi edukasi yang dikemas secara menarik menggunakan alat peraga visual, lembar balik, dan demonstrasi langsung.

Sumber : Jasmine Maryam Soliha dari UIN Walisongo Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *