Saifullah Yusuf
Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, saat menghadiri Halalbihalal dan Launching Program NU Peduli Pendidikan yang diselenggarakan PWNU Jateng di MH Setos Hotel Semarang, Kamis (9/4).(Dok. BahteraJateng/SH)

PBNU Siapkan Lahan 11 Hektar untuk Pusdiklat NU di Jateng

SEMARANG[BahteraJateng] – Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) menyiapkan lahan seluas 11 hektar untuk dibangun Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Kader NU di desa Sewurejo Mojogedang Kabupaten Karanganyar.

Sekretaris Jendral (Sekjen) PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, lahan seluas itu pengelolaannya diserahkan kepada Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah yang telah menyiapkan pendirian Pusdiklat.


Tahap awal akan segera dibangun sejumlah fasilitas yang akan digunakan pusat kegiatan pendidikan yang dikelola Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jateng.

” Silahkan dimanfaatkan lahan milik PBNU di Karanganyar itu semaksimal mungkin untuk pendidikan, ” kata Gus Ipul usai memberikan pengarahan dalam acara Halalbihalal dan Launching Program NU Peduli Pendidikan yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng di MH Setos Hotel Semarang pada Kamis (9/4)


Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) saat menyampaikan sambutan halalbihalal mengatakan dari seluruh lahan yang ada, sebagian atau 3,8 hektar diantaranya akan dibangun berbagai fasilitas untuk kegiatan Ma’arif Education Center (MEC) yang pembangunannya akan dibiayai secara mandiri oleh warga NU.

“Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh NU (Lazianu) Jateng berkolaborasi dengan LP Ma’arif Jateng menggalang dana infaq warga melalui program NU Peduli Pendidikan, hasilnya untuk membangun MEC di Karanganyar,” kata Gus Rozin.

Menurutnya, melalui program ini PWNU Jateng optimis akan terkumpul dana yang cukup untuk menyelesaikan pembangunan fasilitas yang diharapkan menjadi pusat kegiatan peningkatan sumberdaya manusia (SDM) melalui jalur pendidikan pendidikan

Selama ini, lanjutnya upaya peningkatan kualitas pendidikan di NU masih lebih banyak terfocus pada peserta didik, sedangkan guru dan tenaga kependidikan (tandik)nya masih belum tersentuh secara maksimal, padahal guru dan tandik juga berperan penting dalam upaya mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkualitas.

Ketua Lazisnu Jateng Muhammad Mahsun mengatakan melalui jaringan yang dimiliki Lazisnu dan Ma’arif , NU Jateng siap menghimpun dana warga senilai Rp 24 miliar dalam kurun waktu dua tahun, dana sebesar itu untuk membiayai pembangunan fisik berbagai sarana pendukung MEC.

“Strategi penggalangan sudah kami siapkan bersama Ma’arif yang jaringannya juga menggurita hingga di akar rumput. Program besar PWNU Jateng selanjutnya, setelah MEC terwujud adalah memanfaatkan sisa luas tanah yang lebih, yakni 8 hektar untuk pusat kegiatan lainnya seperti pengkaderan, ketrampilan dan sebagainya,” katanya.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *