PEFINDO Nilai Fundamental Bank Jateng Sangat Kuat, CAR Capai 22,5 Persen
JAKARTA[BahteraJateng] — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) dinilai memiliki fundamental yang kuat, tercermin dari permodalan dan likuiditas yang terjaga. Penilaian tersebut turut mengantarkan Bank Jateng memperoleh peringkat idAA- dengan prospek stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk periode 2026–2027.
Kekuatan permodalan menjadi salah satu penopang utama fundamental Bank Jateng. Hingga semester I 2026, perseroan mencatat rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 22,5 persen.
Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widyatmoko mengatakan, posisi permodalan tersebut memberikan ruang yang kuat bagi perseroan untuk menyerap potensi risiko sekaligus mendukung ekspansi bisnis secara berkelanjutan.
“Pencapaian peringkat idAA- dengan prospek stabil ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan bukti nyata atas kepercayaan masyarakat Jawa Tengah serta hasil dari kerja keras seluruh insan Bank Jateng,” ujar Bambang pada Senin (24/8).
Selain permodalan, kondisi likuiditas Bank Jateng juga tetap terjaga. Perseroan mempertahankan portofolio pada sejumlah instrumen berisiko rendah, di antaranya instrumen Bank Indonesia dan Surat Berharga Negara (SBN).
Kondisi tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Jateng menjaga kemampuan memenuhi kewajiban finansial sekaligus mengantisipasi potensi risiko dalam menjalankan kegiatan usaha.
Hingga semester I 2026, total aset Bank Jateng tercatat mencapai Rp95,03 triliun. Dengan dukungan permodalan dan likuiditas tersebut, perseroan memiliki ruang untuk mengembangkan bisnis dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian.
Bambang menegaskan, Bank Jateng akan terus memperkuat tata kelola dan manajemen risiko sebagai bagian dari upaya menjaga fundamental perseroan.
“Kami akan terus menjaga fundamental bank, memperkuat tata kelola dan manajemen risiko, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” katanya.
Menurut Bambang, kekuatan fundamental tersebut akan menjadi pijakan Bank Jateng dalam menjalankan perannya sebagai bank pembangunan daerah sekaligus mitra finansial bagi masyarakat dan pelaku usaha di Jawa Tengah.
Perseroan juga terus memperkuat pembiayaan sektor produktif. Hingga Juni 2026, porsi pembiayaan UMKM mencapai 31,8 persen dari total penyaluran kredit.
Ke depan, Bank Jateng berkomitmen mempertahankan pertumbuhan bisnis dengan memperkuat transaksi digital, memperluas kolaborasi dengan ekosistem ekonomi daerah, serta tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.(day)


