Pelatihan Merajut Disabilitas Cilacap
Sebanyak 15 penyandang disabilitas di wilayah eks-Kotip Cilacap mengikuti pelatihan keterampilan merajut yang digelar di Gedung Perpusda Cilacap, Selasa (29/7). (Dok)
| |

Pelatihan Merajut Disabilitas di Cilacap: Kolaborasi Pemkab dan Bank Jateng Dorong Kemandirian

CILACAP[BahteraJateng] – Sebanyak 15 penyandang disabilitas di wilayah eks-Kotip Cilacap mengikuti pelatihan keterampilan merajut yang digelar di Gedung Perpusda Cilacap pada Selasa (29/7).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpusda) Cilacap dengan Bank Jateng sebagai upaya meningkatkan keterampilan sekaligus memberdayakan kelompok disabilitas.

Kepala Dinas Arpusda Cilacap, Achmad Fauzi, mengatakan pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut dari inovasi “Pelayanan Literasi Disabilitas” yang dimulai sejak 2023.

Awalnya program ini hanya diperuntukkan bagi penyandang tuna netra, namun kini diperluas bagi berbagai ragam disabilitas.

“Meskipun kali ini baru 15 peserta, kami berharap ke depan semakin banyak penyandang disabilitas di Cilacap yang memperoleh keterampilan serupa,” ujarnya.

Fauzi menambahkan, keterampilan merajut dipilih karena memiliki nilai praktis sekaligus potensi ekonomi. Para peserta, yang terdiri dari delapan tuna netra dan tujuh tuna rungu, diharapkan dapat memanfaatkan kemampuan baru ini sebagai peluang usaha.

Ia juga menyampaikan rencana pelatihan lanjutan di berbagai kecamatan dengan menggandeng Bunda Literasi dan Dinas Sosial.

“Pelatihan ini diharapkan tidak hanya menambah keterampilan, tetapi juga membuka jalan bagi mereka untuk memperoleh penghasilan. Kami juga tengah menyiapkan pengembangan keterampilan lain, seperti pelatihan bahasa isyarat bagi ASN di puskesmas dan OPD, agar pelayanan publik lebih ramah disabilitas,” kata Fauzi.

Dukungan Bank Jateng turut menjadi penguat kegiatan tersebut. Pemimpin Bank Jateng Cabang Cilacap, Mohammad Ridowi, menegaskan pihaknya berkomitmen mendukung inklusi sosial dan pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas.

“Kami percaya setiap individu memiliki potensi luar biasa yang bisa dikembangkan. Dengan memberikan akses ke keterampilan, kami berharap mereka bisa mandiri sekaligus berkontribusi pada perekonomian daerah,” ujarnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan komunitas, pelatihan ini diharapkan memberi dampak berkelanjutan bagi kehidupan penyandang disabilitas di Cilacap, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi kemandirian mereka.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *