Peringatan HUT ke-89 Ngesti Pandowo
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, saat menghadiri peringatan HUT ke-89 Ngesti Pandowo, Sabtu (18/7) malam.(Dok. Humas Pemkot)

Pemkot Semarang Jadikan Ngesti Pandowo Ikon Wisata Budaya, Siapkan Pertunjukan Rutin di TBRS

SEMARANG[BahteraJateng] — Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang menyiapkan Wayang Orang Ngesti Pandowo sebagai ikon wisata budaya melalui pertunjukan berkala di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS).

Komitmen itu ditegaskan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti saat menghadiri peringatan HUT ke-89 Ngesti Pandowo pada Sabtu (18/7) malam.

Menurut Agustina, setiap kota wisata harus memiliki identitas yang membedakannya dari daerah lain. Karena itu, Wayang Orang Ngesti Pandowo diproyeksikan menjadi atraksi budaya unggulan yang hadir secara rutin di Kota Semarang.

“Kalau melihat beberapa pusat pariwisata dunia, tentu harus ada sesuatu yang berbeda dari tiap destinasi. Kota Semarang punya wayang orang dan masyarakatnya gemar nonton wayang, maka sudah cocok kita akan membuat pertunjukan berkala,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemkot Semarang menyerahkan secara simbolis seperangkat busana wayang orang lengkap kepada Ngesti Pandowo. Lima keluarga pendiri Ngesti Pandowo juga menerima tanda tresna dari Wali Kota.

Agustina mengatakan kostum lama yang memiliki nilai sejarah akan dimasukkan ke museum agar dapat menjadi pembelajaran bagi generasi berikutnya.

Selain itu, Pemkot telah merenovasi gedung pertunjukan di TBRS, memperbarui peralatan pendukung, dan menyiapkan dukungan berkelanjutan bagi para seniman.

Pengembangan Ngesti Pandowo menjadi bagian dari strategi besar menghidupkan kembali TBRS sebagai pusat kegiatan seni dan kalender budaya Kota Semarang.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *