Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen, menghadiri Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon Matoa secara serentak di seluruh Indonesia, di Masjid Sheikh Zayed, Kota Solo, Selasa (22/4).(Foto Ist)
| |

Penanaman 1 Juta Pohon Matoa oleh Kemenag, Gus Yasin: Simbol Karakter Bangsa

 SOLO[BahteraJateng] – Dalam rangka memperingati Hari Bumi, Kementerian Agama RI meluncurkan Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon Matoa secara serentak di seluruh Indonesia. Untuk wilayah Jawa Tengah, acara dipusatkan di Masjid Sheikh Zayed, Kota Solo pada Selasa (22/4).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari ‘Asta Protas Kemenag’, khususnya pada aspek ekoteologi—konsep spiritual dalam menjaga keseimbangan alam.

“Di Jawa Tengah akan ditanam 19.000 pohon matoa, tersebar di 35 kabupaten/kota. Ini komitmen kami untuk menjaga kelestarian lingkungan demi keberlangsungan hidup umat manusia,” ujarnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, atau akrab disapa Gus Yasin, memberikan apresiasi atas gerakan ini. Ia menekankan bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama seluruh umat manusia.

“Kita semua pemilik bumi, bukan sekadar menumpang hidup. Menanam pohon hari ini adalah investasi untuk anak cucu kita,” katanya.

Gus Yasin juga menyoroti makna pohon matoa sebagai simbol karakter bangsa Indonesia yang kuat, manis, dan tahan banting.

“Buah matoa semuanya manis. Ini mencerminkan bangsa kita—kuat dan harmonis. Kalau kerukunan dan kebersamaan hilang, kita juga bisa rapuh,” ujarnya.

Gerakan ini juga melibatkan lintas agama, menunjukkan semangat toleransi yang kental di Surakarta. Pohon ditanam di lingkungan masjid, namun seluruh umat beragama diajak ikut serta.

“Ini bukti bahwa bangsa kita kuat dalam perbedaan,” tambahnya.

Ia juga berharap gerakan ini mendukung program pelestarian lingkungan yang terus digencarkan Presiden Prabowo Subianto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *