Pemkab Banjarnegara
Bupati Banjarnegara dr. Amalaia Desiana, dalam kegiatan baru-baru ini.(Dok Pemkab Banjarnegara)

Perayaan Tahun Baru 2026 Banjarnegara Gelar Pesta Rakyat dan Sholawat, Tanpa Kembang Api

BANJARNEGARA[BahteraJateng]– Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menutup tahun 2025 dengan cara berbeda tanpa pesta kembang api maupun hiburan musik besar. Sebagai gantinya, Pemkab menggelar Pasar Rakyat 2025 di Alun-alun Banjarnegara yang resmi dibuka pada Senin (29/12).

Kegiatan yang berlangsung hingga 31 Desember tersebut melibatkan 107 peserta, terdiri atas pelaku UMKM, komunitas desa wisata, serta penggiat ekonomi kreatif dan budaya lokal. Pasar rakyat ini menjadi upaya menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus sarana refleksi akhir tahun.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara, Tursiman, mengatakan konsep sederhana dipilih sebagai bentuk empati atas musibah tanah longsor di Dukuh Situkung, Kecamatan Pandanarum, serta bencana yang menimpa wilayah Sumatera dan Aceh.

“Tidak ada kembang api atau hiburan berlebihan. Fokus kami pada UMKM dan kopi Dieng agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Bupati Banjarnegara dr. Amalaia Desiana menegaskan Pasar Rakyat menjadi gerakan ekonomi lokal.

“Saya instruksikan seluruh ASN untuk berbelanja produk lokal di lokasi tersebut dan membagikan momen belanja melalui media sosial sebagai bentuk dukungan,” kata Bupati.

Puncak pergantian tahun, lanjut bupati, akan diisi dengan Banjarnegara Bersholawat sebagai ajakan doa bersama. Seluruh tenda pedagang dibiayai APBD 2025 tanpa pungutan sewa, guna mendorong peningkatan pendapatan warga.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *