Perhutani Randublatung Gelar Simulasi Pemadaman Karhutla
KPH Randublatung bersama BPBD Blora menggelar simulasi pemadaman karhutla.(Dok. KPH Randublatung)

Perhutani Randublatung dan BPBD Blora Gelar Simulasi Pemadaman Karhutla

BLORA[BahteraJateng] – Perum Perhutani KPH Randublatung bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora menggelar simulasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Petak 114 RPH Jatikesumo, BKPH Kedungjambu pada Selasa (2/6).

Kegiatan ini diikuti oleh Kalaksa BPBD Blora Mulyowati, Administratur/KKPH Randublatung Rovi Tri Kuncoro, Waka Adm/KSKPH Randublatung Bambang Sunarto, para Asper/KBKPH, perwakilan KRPH, LMDH, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Blora, Mandor Polisi Teritorial (Polter), serta Polhutmob.

Administratur/KKPH Randublatung, Rovi Tri Kuncoro, menegaskan bahwa simulasi tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan petugas saat menghadapi kondisi darurat kebakaran hutan.

“Simulasi ini penting untuk meningkatkan kemampuan petugas di lapangan agar dapat bertindak cepat dan tepat saat terjadi kebakaran. Kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau BPBD, tetapi menjadi tanggung jawab bersama demi keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Rovi juga menyampaikan apresiasi kepada BPBD Kabupaten Blora atas pendampingan, arahan, serta sinergi yang terus terjalin dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di wilayah kerja Perhutani Randublatung.

Dalam simulasi tersebut, anggota TRC BPBD Blora, Agung Tri, memberikan pembekalan teori sekaligus praktik teknik pemadaman api di kawasan hutan. Ia menekankan pentingnya koordinasi dan respons cepat saat kebakaran mulai terdeteksi.

“Kalau api sudah membesar, setiap detik sangat berharga. Karena itu Polhutmob, Asper, dan LMDH harus memiliki pemahaman yang sama. Deteksi cepat, lapor cepat, dan padamkan cepat,” katanya.

Peserta simulasi mendapatkan pelatihan berbagai metode pemadaman, mulai dari pembuatan sekat bakar untuk mencegah penyebaran api, penggunaan gepyok dari ranting berdaun segar, hingga pemanfaatan sprayer dan mobil tangki pemadam kebakaran secara efektif.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Kabupaten Blora, Mulyowati, mengapresiasi kesiapan jajaran KPH Randublatung dalam menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, simulasi tidak hanya bertujuan mengasah keterampilan teknis, tetapi juga menguji mental, koordinasi, dan kesiapan personel di lapangan.

“Siaga karhutla adalah kerja bersama yang melibatkan berbagai instansi, lembaga, dan masyarakat. Dengan latihan seperti ini, kita berharap penanganan kebakaran dapat dilakukan lebih cepat dan efektif,” pungkasnya.(day

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *