|

Peringati Hari Rabies Sedunia, Pemkot Semarang Gelar Vaksinasi dan Sterilisasi Kucing Anjing Gratis

SEMARANG[BahteraJateng] – Dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia, Pemkot Semarang menggelar vaksinasi dan sterilisasi gratis bagi kucing dan anjing di halaman kantor Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Semarang pada Jumat (13/8).

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menyatakan bahwa acara ini penting untuk mencegah penyebaran rabies dan mengendalikan populasi hewan liar, seperti kucing dan anjing. Menurutnya, rabies adalah penyakit menular yang bisa berdampak serius bagi manusia.


“Pada peringatan hari Rabies Sedunia yang perlu menjadi perhatian adalah kucing dan anjing liar di lingkungan kita, karena mereka berpotensi membawa virus rabies. Ini bukan pekerjaan yang mudah jika hanya pemerintah yang bergerak, sehingga kami menggandeng Dinas Peternakan Provinsi Jawa Tengah, PDHI Jawa Tengah, dan masyarakat pecinta hewan,” ujar Mbak Ita.

Ia menegaskan bahwa Kota Semarang bebas rabies, namun tindakan preventif seperti vaksinasi tetap diperlukan agar wabah rabies tidak masuk ke wilayah tersebut. Warga yang memiliki hewan peliharaan juga diminta untuk bekerja sama dalam melaporkan hewan liar di lingkungan mereka agar bisa divaksinasi.


Pada kegiatan ini, sekitar 200 ekor hewan, termasuk anjing dan kucing, menerima vaksin rabies. Sterilisasi gratis juga dilakukan untuk 50 ekor kucing, terdiri dari 30 kucing jantan dan 20 betina. Sterilisasi dilakukan untuk mengendalikan populasi hewan liar yang berpotensi menyebarkan rabies.

Sub Koordinator Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Irene Natalia Siahaan, menjelaskan bahwa selain vaksinasi, sterilisasi juga sangat penting untuk mengontrol populasi. Vaksinasi dan sterilisasi dilakukan oleh tim yang terdiri dari 33 dokter hewan dari berbagai instansi, termasuk Dinas Peternakan Provinsi Jawa Tengah dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).

Masyarakat yang hadir menyambut baik kegiatan ini. Dini Wulandari, salah satu warga, merasa sangat terbantu dengan adanya vaksinasi gratis ini, karena biaya vaksinasi mandiri biasanya cukup tinggi.

Irene juga mengingatkan masyarakat untuk mengenali gejala rabies pada hewan, seperti demam, takut air dan cahaya, serta kejang. Jika menemukan hewan dengan gejala tersebut, warga diminta segera membawa hewan tersebut ke dokter hewan untuk mendapatkan penanganan.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *