Wali Kota Agustina
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng dalam Musrenbang RKPD 2027 di Ruang Lokakrida, Balai Kota Semarang, Rabu (19/8).(Dok. Humas Pemkot)

Pertumbuhan Ekonomi Semarang Ditargetkan 6,70–8,55 Persen pada 2027

SEMARANG[BahteraJateng] – Pemerintah Kota Semarang menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,70 hingga 8,55 persen pada 2027. Target tersebut menjadi salah satu sasaran makro utama dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 yang tengah dimatangkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, RKPD 2027 menjadi pijakan penting karena memasuki tahun ketiga pelaksanaan RPJMD Kota Semarang 2025–2029. Perencanaan pembangunan diarahkan untuk melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus mempercepat capaian yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.


“Angka-angka ini menunjukkan kemajuan, sekaligus menjadi dasar untuk menentukan pekerjaan berikutnya. Kita tidak boleh berhenti pada capaian, tetapi harus melihat apa yang masih perlu diperbaiki dan apa yang bisa kita akselerasi,” ujar Agustina saat membuka Musrenbang RKPD 2027 di Ruang Lokakrida, Balai Kota Semarang pada Rabu (19/8).

Sebagai pijakan, pertumbuhan ekonomi Kota Semarang pada 2025 tercatat 6,49 persen. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 85,80, tingkat kemiskinan turun menjadi 3,80 persen, sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di angka 5,65 persen.


Untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 2027, Pemkot Semarang mengusung tema RKPD “Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Produk Unggulan Daerah”.

Agustina menekankan pengembangan pariwisata tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan, tetapi juga mendorong wisatawan tinggal lebih lama dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Pengembangan produk unggulan daerah juga diarahkan melalui pendataan, kurasi, pembinaan, business matching hingga perluasan pasar. Sementara itu, infrastruktur diposisikan sebagai pengungkit aktivitas ekonomi.

Arah pembangunan tersebut turut didukung integrasi destinasi wisata melalui enam focal point, yakni Semarang Lama, Simpang Lima, Semarang Barat, Mijen-Gunungpati, Semarang Atas, dan Semarang Timur.

Selain pertumbuhan ekonomi, sasaran makro RKPD 2027 mencakup peningkatan IPM menjadi 87,35, penurunan kemiskinan pada kisaran 3,52–3,31 persen, serta TPT menjadi 5,23–4,93 persen.

Agustina menegaskan seluruh target tersebut harus bermuara pada peningkatan manfaat pembangunan bagi masyarakat Kota Semarang.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *