Petani Tebu Blora gelar aksi
Ratusan petani tebu Kabupaten Blora yang tergabung dalam APTRI menggelar aksi damai didepan PG. GMM di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Blora, Senin (1/6).(Foto. BahteraJateng/PI)

Petani Tebu Blora Kembali Menggelar Aksi Tuntutan Kepada PG. GMM

BLORA[BahteraJateng] – Ratusan petani tebu Kabupaten Blora yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) kembali menggelar aksi damai didepan Pabrik Gula (PG) Gendis Multi Manis (GMM) di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Blora pada Senin (1/6).

Dalam aksi damai Tumpah Tebu bersama masyarakat dan mahasiswa didepan gerbang PG. GMM ini, petani tebu menumpahkan muatan tebu dari 6 truck dengan total berat hampir 30 ton didepan gerbang Pabrik.

Sekretaris APTRI Kabupaten Blora, Anton Sudibyo dalam orasinya mempertanyakan kembali komitmen Perum Bulog yang dirasa hingga kini belum ada kejelasan terkait serapan tebu petani oleh PG. GMM.

“Hari ini kita berkumpul dan bersyukur serta menagih janji Dirut Bulog yang akan membeli tebu petani Blora prangko GMM serta menyerap tebu petani Blora 100 persen,” ujar Anton.

Anton yang juga menjadi saksi berdirinya PG. GMM kembali mengkisahkan masa kejayaan petani tebu Blora bersama GMM.

“Sejarah berdirinya yang dulunya tanah tandus diubah menjadi jalan pangan untuk petani (PG. GMM, red.), petani tebu Blora merasakan kejayaan pada eranya Pak Lie Kamajaya (Pendiri PG.GMM, red.) dimana petani tebu dijamin rendemen 8 yang mendukung berdirinya pabrik, itu membuat petani tebu ‘sumringah’, dan hari ini kita menagih janji Bapak Dirut Bulog yang sudah tandatangan diatas materai, yang 100 persen tebu petani akan diserap prangko GMM,” lanjut Anton.

Salahsatu orator demo yang juga pengurus APTRI, Nurkholis, meminta kepada Dirut Bulog untuk menepati janjinya yang tertuang dalam perjanjian tertulis.

“Siapa yang tidak menepati janji? (Tanyanya pada peserta aksi) Yang tidak menepati janji, Dirut Bulog. Walau dia janji (menyerap tebu petani Blora seratus persen, red.) diawal bulan lima, tidak ada kata terlambat untuk menepati janjinya,” ujar Nurkholis.

Dalam kesempatan yang sama diatas panggung orasi, Plt. Dirut PG. GMM, Sri Emilia Mudiyanti didampingi Perwakilan Perum Bulog, Direktur Operasional GMM, Krisna Murtiyanto, dan Ketua Tim Pendampingan petani, Andin menyampaikan bahwa tahapan-tahapan untuk menyerap tebu petani Blora masih dalam proses.

“Selamat siang, perkenalkan saya Sri Emilia Mudiyanti, dan ini Pak Krisna Dirops GMM, dan Pak Andin, dan ada perwakilan dari Bulog. GMM sangat menghormati dan menghargai segala aspirasi yang disampaikan oleh para petani Blora, dan yang kedua, kami akan berusaha mencari solusi agar tebu petani dapat disalurkan ke PG sekitar Blora. Dan kami sudah mengupayakan tim yang dibentuk oleh Pak Andin untuk mengakomodir situasi PT. GMM yang ada karena PG. GMM saat ini tidak bisa beroperasi karena mesin rusak,” ujar Sri Emilia.

Lebih lanjut Sri Emilia menyampaikan bahwa tim masih berproses pendataan serta jalin komunikasi dengan PG yang lain terkait berbagai hal.

“Tim masih berproses pendataan tebu-tebu mana saja yang akan dialihkan ke PG-PG yang lain sekitar Blora, dan tim masih jalin komunikasi dengan PG sekitar Blora. Untuk menyerap tebu petani-petani, kami punya perhitungan yang harus kita evaluasi di Pusat. Untuk tatakelola yang baik dan menggunakan unsur kehati-hatian, kami tidak bisa langsung memutuskan,” ujar Sri Emilia.

Sri Emilia juga menyampaikan bahwa biaya-biaya yang mengakomodir petani tebu Blora masih dalam proses karena GMM merupakan anak perusahaan Bulog.

Ditempat yang sama, Direktur Operasional GMM, Krisna Murtiyanto menambahkan terkait kepastian waktu kejelasan serapan tebu petani Blora oleh GMM.

“Minggu lalu, tim kami untuk pendampingan sudah melakukan pendataan, In syaa Allah besok pagi kami koordinasikan dengan pusat, dan kami disini bukan pengambil kebijakan, semoga dua minggu kedepan ada keputusan dan akan kami sampaikan kepada bapak dan ibu,” ujar Krisna.

Sekedar tambahan informasi, kerusakan mesin giling PG. GMM terjadi pada bulan Mei 2025, dan sempat beroperasi hingga bulan Oktober 2025 dan sejak saat itu rusak kembali hingga saat ini.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *