Peternak Kambing Blora Mulai Tingkatkan Kewaspadaan Jelang Musim Pancaroba
BLORA[BahteraJateng] – Peternak kambing Mendho Joyo, Desa Jiken, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora mulai meningkatkan kewaspadaan pada hewan ternaknya menjelang musim pancaroba.
Hal tersebut disampaikan Ketua Kelompok Peternak Kambing Mendho Joyo, Yatmo, dikandang ternaknya pada Minggu (1/3).

Yatmo menyampaikan bahwa musim pancaroba seperti ini menjadikan ternak mudah terserang batuk, pilek, dan diare, jika kondisi tersebut tidak segera ditangani, bisa berakibat fatal.
“Tiga hari ini, kambing saya pada pilek, batuk, dan beberapa terkena diare. Nafsu makan turun, tapi minumnya luar biasa banyak diawal ketika menjelang sakit,” ujar Yatmo.
Yatmo mengungkapkan cara mengobati hewan ternaknya yang terserang penyakit berdasar pengalamannya.
“Saya belikan obat flu untuk manusia yang biasa dijual bebas di toko kelontong. Serta memberikan air minum dengan rebusan gula Jawa. Alhamdulillah, sudah mulai sembuh dan nafsu makan mulai stabil lagi,” ungkap Yatmo.
Ditempat terpisah, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, drh. Rasmiyana, menyampaikan bahwa musim seperti ini rentan terhadap kesehatan hewan ternak.
“Pada musim hujan dengan curah tinggi, seperti masa sekarang ini, kambing lebih rentan terkena penyakit karena kandang lembab, pakan mudah berjamur, dan daya tahan tubuh menurun,” kata Rasmiyana pada BahteraJateng.
Rasmiyana mengungkapkan beberapa langkah penting untuk menjaga kesehatan ternak kambing.
“Perbaiki Sistem Kandang, pastikan kandang tidak becek dan tidak bocor. Atap harus rapat, lantai tidak tergenang air. Gunakan lantai panggung (kayu/bambu) agar kotoran dan air jatuh ke bawah. Ini karena, sirkulasi udara tetap baik, tapi hindari angin langsung mengenai kambing. Dan bersihkan kandang minimal sekali sehari,” ungkap Rasmiyana.
Rasmiyana juga menyampaikan bahwa kandang yang lembab memicu penyakit seperti: scabies (kudis), pneumonia (batuk – batuk), dan diare. Dan dia menyarankan untuk melakukan penyemprotan lantai kandang dengan bahan-bahan desinfektan secara rutin (minimal seminggu 1 kali) untuk mencegah kontaminasi bakteri, virus dan jamur.
Selain kebersihan kandang, Rasmiyana juga mengungkapkan bahwa peternak diharapkan untuk menjaga kualitas pakan.
“Hindari rumput basah langsung diberikan (angin-anginkan dulu). Jangan berikan pakan berjamur (bisa sebabkan keracunan). Tambahkan konsentrat & mineral untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Dan sediakan air minum bersih (ganti setiap hari),” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rasmiyana menyampaikan terkait pencegahan penyakit yang umum saat musim hujan.
“Beberapa penyakit yang sering muncul, Cacingan, pencegahannya lakukan obat cacing rutin 3–4 bulan sekali. Diare, jaga kebersihan pakan dan air. Pneumonia (batuk-batuk), hindari kandang lembab & angin dingin,” lanjutnya.
Rasmiyana meminta peternak untuk memperhatikan kondisi tubuh kambing dengan pengecekan setiap hari terutama nafsu makan, suhu tubuh (normal ±38,5–40°C), kotoran (tidak encer), bulu tidak kusam dan tidak rontok berlebihan.
“Jika ada gejala lesu, batuk, pilek, atau mencret lebih dari 1 hari, segera konsultasikan dengan dokter hewan atau petugas kesehatan hewan,” pungkas Rasmiyana.(day)

