|

PKB Jateng Paparkan Capaian Pemilu 2024 ke PWNU

SEMARANG [BahteraJateng]- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memaparkan capaian Pemilu 2024.

Ketua DPW PKB Jawa Tengah KH M Yusuf Chudlori mengatakan, kursi PKB di DPRD Jateng masih bertahan di angka 20. Namun kursi PKB di kabupaten/ kota bertambah.


“Kita punya 11 ketua DPRD di kabupaten/kota. Artinya sebaga pemenang. Ini capaian yang luar biasa,” kata Gus Yusuf di sela-sela silaturahmi digelar di Pondok Pesantren Al-Itqon, Kota Semarang, Minggu (23/3).

Menurut dia, pilkada serentak 2024 terpilih empat kader sebagai bupati. Hasil ini lebih bagus dibandingkan sebelumnya hanya dua kader terpilih.


“Kemudian untuk wakil ada 10, di mana dulu empat. Semuanya siap berkidmah pada NU,” kata dia,

PKB, jelas Gus Yusuf, juga terus mengawal keberadaan peraturan daerah (perda) pesantren. Saat ini sudah sampai tahapan rancangan peraturan gubernur (Rapergub).

“Rapergub sudah siap. Tinggal tanda tangan gubernur. Artinya afirmasi kita terhadap pesantren baik berupa bantuan atau politik anggaran sudah masuk RPJMD Jateng,” jelasnya.

Meski demikian, hal ini tetap membutuhkan pengawalan. “Termasuk tentunya dari NU sendiri,” katanya.

Dia mengatakan, agenda sowan ini dalam rangka melanjutkan tradisi sudah terbangun sejak lama. Silaturahmi ini sekaligus untuk menerima berbagai masukan.

“Ini untuk semakin merekatkan. Rekatkan hubungan dhohir dan batin PKB dan NU. Dalam hal ini PWNU (Pengurus Wilayah NU) Jawa Tengah,” ujarnya.

PKB, katanya, selalu merasa punya panggilan dan tanggungjawab terkait sudah dilakukan dan sudah diperjuangkan kader-kader PKB di jalan politik kepada NU.

“Alhamdulillah Jawa Tengah kondusif. Maturnuwun mbah Ubaid, Gus Rozin dan PCNU se-Jawa Tengah,” ungkap sosok akrab disapa Gus Yusuf ini.

Ketua PWNU Jateng KH Abdul Ghofar Rozin mengatakan, kegiayan ini merupakan majlis merekatkan warga NU di jamiyah maupun partai. Komunikasi intens diharapkan gagasan NU dibawa ke level di ranah politik sehingga kehadiran sebagai jamaah maupun jamiyah semakin terasa.

“Komunikasi yang produktif, komunikasi yang solutif,” ujarnya.

Rois Syuriah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh mengungkapkan, pihaknya hanya merupakan tuan rumah. Meski demikian, pertemuan PKB dengan PWNU rutin digelar.

“Ini sudah tradisi, adakan pertemuan bersama. Tidak hanya buka puasa di bulan Ramadan. Kami juga aktif koordinasi dengan PKB,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *