PMI Pusat dan ICRC Gelar Pelatihan Pemulihan Hubungan Keluarga
JATINANGOR[BahteraJateng] – Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat bekerja sama dengan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menggelar Pelatihan Pemulihan Hubungan Keluarga (Restoring Family Links/RFL) bagi relawan dan pegawai PMI dari wilayah berisiko tinggi bencana, konflik, dan migrasi.
Pelatihan yang berlangsung di Badan Pendidikan dan Pelatihan PMI Pusat, Jatinangor, Jawa Barat, pada 9–13 September 2025 ini diikuti 30 peserta dari berbagai provinsi, antara lain Sumatera Utara, Sumatra Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Maluku, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur. Sebelumnya, mereka telah mengikuti pra-pelatihan secara daring pada 1–22 Agustus 2025.
Pelatihan RFL merupakan mandat dari UU No. 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan serta PP No. 7 Tahun 2019, yang menegaskan peran PMI dalam memberikan layanan kemanusiaan pada situasi normal, darurat bencana, konflik bersenjata, maupun isu migrasi. Kegiatan ini didukung delapan fasilitator nasional yang tergabung dalam Pool of RFL Trainers PMI.
Kadiv Penanggulangan Bencana PMI Pusat, Ridwan, menekankan pentingnya penguatan kapasitas layanan RFL di Indonesia.
“Selama lima tahun terakhir tercatat sedikitnya 3.000 kejadian bencana dengan 7 juta warga terdampak. Pelatihan ini penting untuk memastikan PMI memiliki tim RFL yang kompeten dan siap diterjunkan kapan pun dibutuhkan,” ujarnya pada Selasa (9/9).
Selain bencana, pelatihan ini juga menindaklanjuti kerja sama PMI dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dalam memperkuat perlindungan pekerja migran.
PMI sebelumnya mendukung pemulangan pekerja migran dari luar negeri, termasuk penyediaan transportasi ambulans bagi mereka yang sakit.
PMI menyebut lulusan pelatihan ini akan mensosialisasikan layanan RFL, memperluas kapasitas staf dan relawan, serta berkesempatan mengikuti penugasan dan peningkatan kapasitas di tingkat regional maupun internasional.
“Melalui pelatihan ini, PMI berharap jaringan layanan RFL di seluruh Indonesia semakin kuat, sehingga tidak ada keluarga yang terpisah tanpa harapan untuk bersatu kembali,” kata Ridwan.


