Media Gathering PMI Kota Semarang
Kegiatan Media Gathering PMI Kota Semarang di Promas Green Village, Nglimut, Gonoharjo, Limbangan, Kabupaten Kendal, 4-5 September 2025.(Foto. BahteraJateng/day)

PMI Semarang Minta Media Perkuat Edukasi Soal Stok Darah Berbasis Data

KENDAL[BahteraJateng] – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang meminta insan media memperkuat edukasi kepada masyarakat terkait ketersediaan stok darah dengan mengacu pada data yang diperbarui secara berkala.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Anggota, dan Relawan PMI Kota Semarang, Wiwit Rijanto, dalam Media Gathering PMI Kota Semarang di Promas Green Village, Nglimut, Gonoharjo, Limbangan, Kabupaten Kendal, 4-5 September 2025. Menurutnya informasi mengenai stok darah perlu disampaikan secara akurat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Ia mengatakan, ketersediaan darah di PMI bersifat dinamis sehingga kondisi stok dapat berubah setiap waktu. Karena itu, informasi mengenai persediaan darah harus mengacu pada database terbaru.

“Database kami terus diperbarui setiap hari. Media bisa membantu mengedukasi masyarakat berdasarkan data yang benar,” ujar Wiwit pada Jumat (4/9) malam.

Wiwit menyoroti masih adanya informasi yang menyebut persediaan darah di PMI kosong. Menurut dia, informasi semacam itu perlu diluruskan apabila tidak sesuai dengan kondisi stok berdasarkan data terbaru.

Ia menilai media memiliki peran strategis sebagai jembatan informasi antara PMI dan masyarakat. Tidak hanya menyampaikan kegiatan, media juga dapat membantu memberikan pemahaman mengenai layanan PMI, termasuk kondisi ketersediaan darah.

“Kalau ada yang kurang dalam menyampaikan pesan melalui media, berikan saran dan masukan. Kami sangat terbuka dan berterima kasih,” katanya.

Wiwit mengatakan kemitraan PMI dengan media perlu dibangun secara terbuka dan berkelanjutan. Kritik maupun masukan dari media diperlukan untuk meningkatkan efektivitas komunikasi PMI kepada publik.

Sementara itu, Wakil Ketua PMI Kota Semarang Widoyono mengatakan masyarakat membutuhkan informasi yang jelas mengenai tugas dan fungsi PMI, termasuk layanan kemanusiaan yang dapat dimanfaatkan.

“Informasi itu merupakan salah satu pilar dalam demokrasi. Jadi sangat penting dan mohon bantuan dari teman-teman media untuk menyosialisasikan tugas dan fungsi PMI melalui informasi edukatif kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap media terus membantu PMI menyampaikan informasi yang edukatif dan berimbang sehingga masyarakat memperoleh informasi yang benar sekaligus semakin memahami pentingnya dukungan terhadap kerja-kerja kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *