Kebakaran Pabrik Busa PT Chengqi
Kebakaran pabrik busa milik PT Chengqi Industrial Indonesia di Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara.(Dok. Humas Polres)
|

Polisi Telusuri Dampak Kimia Pasca Kebakaran Pabrik Busa PT Chengqi

JEPARA[BahteraJateng] – Polres Jepara bersama Kepolisian Daerah Jawa Tengah melakukan pendalaman terkait potensi dampak kimia pascakebakaran pabrik busa milik PT Chengqi Industrial Indonesia di Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara.

Kebakaran terjadi pada Sabtu (17/1) sekitar pukul 10.30 WIB. Pabrik yang memproduksi material busa tersebut diketahui menyimpan berbagai bahan plastik serta tabung gas LPG aktif untuk proses produksi, sehingga memunculkan kekhawatiran akan potensi paparan zat berbahaya.


Saat api membesar, asap hitam pekat membumbung tinggi dan menyelimuti area sekitar pabrik. Selain itu, warga dan petugas di lokasi mencium bau gas menyengat yang diduga berasal dari sisa bahan bakar LPG di dalam bangunan.

Untuk memastikan tidak adanya kontaminasi berbahaya, Polres Jepara menggandeng Tim Detasemen Kimia, Biologi, dan Radioaktif (KBR) Gegana Brimob Polda Jawa Tengah. Sebanyak 23 personel diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan dan analisis lingkungan.

“Tim dari Polda Jawa Tengah sudah berada di lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Hasil kajian akan kami sampaikan setelah selesai,” ujar Kepala Bagian Operasi Polres Jepara, Kompol Sutono pada Minggu (18/1).

Dalam proses pemadaman, Polres Jepara juga mengerahkan satu unit kendaraan water cannon untuk membantu petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Jepara. Namun, keterbatasan tekanan air membuat kendaraan tersebut harus bolak-balik mencari sumber air.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Polisi bersama pihak manajemen pabrik juga masih mendata total kerugian material akibat insiden tersebut.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *