RAEGITAZORO Sulap Sisa Kain Bekas di Moscow Fashion Week
JAKARTA [BAHTERA JATENG] – Jenama Indonesia RAEGITAZORO menyuguhkan koleksi inovatif di Moscow Fashion Week.
Deretan koleksi RAEGITAZORO ditampilkan pada 4 Oktober 2024 menggunakan material sisa kain bekas.
Potongan-potongan kain neon diubah menjadi set pakaian futuristik selaras misi desainer untuk mempromosikan kelestarian lingkungan.
RAEGITAZORO ingin meningkatkan kesadaran masyarakat tentang polusi lingkungan dan penggunaan sumber daya alam secara bijak.
Founder RAEGITAZORO, Raegita Oktora mengungkapkan, partisipasi Moscow Fashion Week sangat penting bagi pertumbuhan brand ini.
“Saya yakin bahwa brand RAEGITAZORO akan semakin dikenal tidak hanya di Rusia, tetapi juga di pasar industri fashion dunia,” kata dia.
Acara tersebut ingin memperkuat kolaborasi dan networking terbentuk di antara para peserta, baik dari Rusia maupun desainer internasional.
“Kami mengharapkan dapat meningkatkan visibilitas merek kami di secara global,” ujarnya.
Ajang ini juga menampilkan peragaan busana dari merek Tiongkok, KENSUN, merevitalisasi busana tradisional Tiongkok dengan menambahkan sentuhan kontemporer.
Di antara para perancang Rusia, GAPANOVICH mendapatkan inspirasi dari tradisi Rusia Utara, XakaMa menciptakan kembali tren street style dan Vestiare berfokus pada rancangan pakaian basic timeless.
Selain peragaan busana, program ini juga mencakup market terbuka untuk pengunjung. Festival World Fashion Shorts menampilkan film pendek tentang mode, serangkaian lokakarya, dan ruang pamer B2B profesional. Bersamaan dengan itu, BRICS+ Fashion Summit muncul sebagai platform utama untuk komunikasi dalam industri fesyen.
Pendiri Indonesian Fashion Chamber, Ali Charisma menyoroti pentingnya Summit ini bagi negara-negara berkembang.
“Acara ini tidak hanya memperkuat suara mereka dalam dialog fesyen global, namun juga memfasilitasi peluang jaringan dan kolaborasi penting,” terang dia.
Menurut dia, menjembatani kesenjangan antara berbagai komunitas fesyen. Pertemuan ini memungkinkan negara-negara berkembang meningkatkan kekuatan, menjawab tantangan bersama.
“Selain itu, membangun aliansi strategis yang dapat mendorong industri fesyen ke depan dalam skala global,” kata dia.
Setelah BRICS+ Fashion Summit, para pemuka mode dari lebih dari 50 negara berkumpul untuk membentuk BRICS International Fashion Federation (BRICS IFF), menandai tonggak penting dalam evolusi ekonomi mode sedang berkembang.
BRICS+ Fashion Summit mengukuhkan reputasi Moskow sebagai ibu kota mode kelima dan menciptakan platform dinamis bagi para profesional dari seluruh dunia untuk berbagi wawasan dan mengatasi tantangan industri relevan.
Moscow Fashion Week menjadi kesempatan sangat berharga bagi para brand baru dan brand sudah lebih dulu berkembang. Langkah ini untuk memamerkan kreasi mereka dan berinteraksi dengan para klien potensial, secara efektif memperluas jangkauan dan melintasi batas negara.

