Sepanjang 2025, Pemkot Semarang Kendalikan Stunting dan Capai UHC 100 Persen
SEMARANG[BahteraJateng] – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mencatat kinerja positif di sektor kesehatan sepanjang tahun 2025. Upaya pengendalian stunting berjalan efektif, sementara cakupan Universal Health Coverage (UHC) telah mencapai 100 persen.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Semarang hingga cut-off Desember 2025, prevalensi stunting tercatat sebesar 4,27 persen atau sebanyak 2.593 balita.

Capaian ini merupakan hasil dari penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, pemantauan tumbuh kembang balita, serta edukasi gizi di tingkat keluarga dan masyarakat.
Pemkot Semarang juga memperkuat upaya pencegahan stunting melalui intervensi dini yang terintegrasi, melibatkan layanan kesehatan, pemenuhan gizi, serta peran keluarga dan lingkungan.

Di sisi lain, capaian penting diraih melalui terwujudnya UHC 100 persen. Seluruh penduduk Kota Semarang kini telah terdaftar dalam sistem jaminan kesehatan, sehingga akses layanan medis dapat dinikmati secara merata.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat.
“Pengendalian stunting dan tercapainya UHC 100 persen menunjukkan bahwa kebijakan kesehatan kami benar-benar menyentuh kebutuhan warga, terutama sejak usia dini,” ujarnya.
Menurut Agustina, penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, serta jaminan kesehatan yang inklusif akan terus menjadi fokus pemerintah daerah.
“Tujuan kami jelas, agar setiap warga Kota Semarang bisa tumbuh sehat dan hidup lebih produktif,” pungkasnya.(sun)

