| | | |

Sholehah Kurniati: Pengembangan Kepariwisataan di Sukoharjo Telah Miliki Perda

SUKOHARJO[BahteraJateng] – Kabupaten Sukoharjo cukup dikenal memiliki banyak potensi maupun destinasi kepariwisataan. Baik wisata alamnya maupun wisata olahan. Guna menguatkan dunia kepariwisataan, pemerintah daerah setempat pun sudah menyusun produk hukum berupa peraturan daerah (perda) kepariwisataan dan ekonomi kreatif.

Mengemuka pada pertemuan antara Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Sukoharjo dengan Komisi B DPRD Jateng, Kamis (23/1/2025) di Ruang Wijaya lt 10, Kantor Kabupaten Sukoharjo. Kepala Disporapar Setyo Aji Nugroho menyatakan sekarang ini sudah disahkan Perda No 14/2024 tentang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Jelang akhir 2024, DPRD sudah mengesahkan perda tersebut. Tinggal menunggu diundangkan dari Kemendagri,” ucapnya.

Sekretaris Komisi B DPRD Jateng Sholehah Kurniawati yang memimpin Komisinya mengatakan, Komisi B ingin mendapatkan masukan dari kabupaten/kota mengenai pengembangan kepariwisataan di Jawa Tengah.

“Sukoharjo sudah memiliki Perda Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Pemkab Sukoharjo turut memberikan peran penting dalam kepariwisataan Jateng, karena itu masukan dari Sukoharjo kami nilai sangat penting untuk materi draf raperda yang akan kami susun ini,” tuturnya.

Anggota Komisi B Ferry Wawan Cahyono turut memberikan penajaman dalam pengembangan kepariwisataan. Menurutnya, untuk kepariwisataan perlu memiliki beberapa indikator seperti sumber daya pariwisata potensial untuk menjadi daya tarik, potensi pasar lokal, daya dukung lingkungan hidup, memiliki kesiapan dan dukungan masyarakat.

“Terpenting pula aksesibilitas untuk menuju destinasi wisata tersebut. Apakah Sukoharjo turut memiliki itu semua dalam pengembangannya,” ujar Politikus Partai Golkar itu.

Secara panjang lebar Setyo Aji menjelaskan, sebenarnya secara sumber daya alam untuk masalah kepariwisataan di Sukoharjo sangatlah minim dibanding Wonogiri, Klaten, maupun Sragen. Hanya saja untuk hasil olahan baik itu kuliner maupun kerajinan terbilang mendominasi.

“Untuk pengembangan ekonomi kreatif justru kita unggul. Banyak tempat yang menjadi destinasi wisata kuliner di Sukoharjo,” tuturnya.

Secara kewilayahan, kepariwisataan Sukoharjo terbagi lima wilayah pengembangan yakni wilayah pertama meliputi The Heritage Palace dan sekitarnya; Pandawa Water World dan sekitarnya; Desa Wisata Wirun sentra gamelan dan sekitarnya; Waduk Mulur dan sekitarnya dan Batu Seribu sekitarnya.

Untuk wilayah yang masuk kawasan sejarah atau heritage seperti situs Keraton Kartasura, situs Keraton Pajang, wisata ziarah makam Kyai Shirot, Pesanggrahan Giriwoyo, Benteng Singopuran, Wisata Ziarah Makam Patih Pringgoloyo, Wisata Ziarah Makam Eyang Honggonilo, Petilasan Pangeran Wiroguno, Makam Joko Pabelan, Pagelaran Adeging Kutho Solo.

Ada banyak wisata budaya maupun pengembangan ekonomi kreatif. Masalah dukungan masyarakat, diakui Setyo Aji terkadang ada beberapa permasalahan namun bisa diselesaikan. Seperti adanya rencana investasi tempat hiburan yang mendapat penolakan warga. Dengan mediasi pun ada kesepakatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *