Siti Roika
Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang dari Fraksi PKS, Siti Roika, turun langsung ke lokasi aduan masyarakat di Kelurahan Widoharjo, Kecamatan Semarang Timur, Rabu (17/9).(Foto Ist)
| |

Sigap Cegah Banjir, Siti Roika Tinjau Saluran Mampet di Semarang

SEMARANG[BahteraJateng] – Warga Kelurahan Widoharjo, Kecamatan Semarang Timur, mengeluhkan saluran air yang mampet hingga menimbulkan genangan di pemukiman. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya risiko banjir saat musim penghujan.

Menanggapi aduan masyarakat, Anggota DPRD Kota Semarang, Siti Roika, turun langsung ke lokasi pada Rabu (17/9). Ia meninjau kondisi saluran bersama warga sekaligus mendengarkan aspirasi mereka.


Pada kesempatan itu, Ika sapaan akrabnya juga berkoordinasi dengan perangkat kelurahan dan dinas teknis agar segera dilakukan penanganan.

Tak lama setelah peninjauan, petugas dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait diterjunkan ke lokasi. Mereka segera membersihkan saluran yang tersumbat, sehingga aliran air kembali lancar. Genangan yang sebelumnya meresahkan warga pun berangsur surut, menjadikan lingkungan lebih bersih dan nyaman.


Politikus PKS tersebut menyampaikan apresiasi atas respons cepat Pemerintah Kota Semarang. Menurutnya, sinergi antara masyarakat, wakil rakyat, dan eksekutif merupakan kunci utama dalam pencegahan banjir.

“Terima kasih atas respon cepat dinas terkait. Semoga kolaborasi ini terus berjalan agar upaya pencegahan banjir di Semarang Timur lebih optimal,” ujar Ika yang juga anggota Komisi D DPRD Kota Semarang.

Ia menegaskan, langkah seperti ini tidak boleh berhenti pada penanganan insidental. Diperlukan budaya kerja sama yang berkelanjutan agar persoalan lingkungan dapat ditangani lebih sistematis.

Ika juga mendorong warga untuk lebih aktif menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke saluran air.

Selain itu, ia berkomitmen memperjuangkan penguatan program-program penanganan lingkungan di forum DPRD, khususnya yang berkaitan dengan perbaikan saluran, drainase, dan infrastruktur penunjang pengendalian banjir.

“Semarang Timur merupakan kawasan yang padat penduduk, sehingga perlu perhatian ekstra dalam menjaga lingkungan. Dengan kerja sama semua pihak, saya optimistis risiko banjir dapat diminimalkan,” pungkasnya.

Aksi cepat ini menjadi contoh nyata pentingnya sinergi warga, legislatif, dan pemerintah daerah dalam menjaga lingkungan, sekaligus wujud kedekatan wakil rakyat dengan konstituennya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *