Teater Keliling Siap Getarkan Taman Ismail Marzuki dengan Si Pitung Immortal Legend
JAKARTA[BahteraJateng] – Teater Keliling siap menggetarkan Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan pertunjukan Drama Musikal yang mengangkat cerita Legenda Betawi, Si Pitung, pada Sabtu dan Minggu (22-23/8/2026) dengan lakon yang dikemas sebagai Immortal The Musical: The Legendary Betawi “Si Pitung”. Dalam pementasan ini, pasangan suami-istri yang menjadi pentolannya, Rudolf Puspa dan Derry Sirna, lebih banyak berperan di balik layar.
“Saatnya anak-anak muda yang tampil. Pilihan menyajikan drama musical juga agar teater lebih dekat dengan selera Gen Z, Gen Alfa dan kaum milenial. Kami mempercayakan semuanya kepada Dolfry Inda Suri untuk memimpin produksi dan pementasan Si Pitung” ujar pentolan Teater Keliling, Rudolf Puspa pada Kamis (20/8/2026).

Terpisah, Dolfry Inda Suri yang berperan sebagai produser dan mengkordinir penulisan naskah sekaligus mensutradarai Immortal The Musical: The Legendary Betawi “Si Pitung”, menegaskan eksperimen drama musical dipersiapkan cukup lama dan matang.
“Ini bentuk komitmen kami mengusung semangat untuk menjaga cerita dan budaya Betawi tetap hidup. Semuanya berangkat dari rasa tanggung jawab sebagai seniman untuk mengangkat kembali budaya Betawi dan cerita legenda Betawi yang perlahan mulai jauh dari generasi sekarang,” jelas Dolfry Inda Suri.

Immortal The Musical: The Legendary Betawi “Si Pitung” akan dimainkan selama dua hari berturut-turut di Gedung Teater Besar TIM, dan masing-masing hari melakukan dua pementasan, yakni pukul 14.00 WIB dan 19.30 WIB. Melalui medium musikal, Teater Keliling menghadirkan kembali kisah Si Pitung untuk memperkenalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya kepada penonton masa kini.
Menegenai pemilihan kata “Immortal” dalam judul pertunjukan, , Dolfry beralasan, kata tersebut memiliki makna tentang keabadian sebuah cerita. Keabadian yang dimaksud bukan berarti Si Pitung tidak mati secara harfiah, melainkan bagaimana kisahnya dapat terus hidup dan dikenang lintas generasi.
“Sebagai salah satu legenda yang telah menjadi bagian dari identitas budaya Betawi, kisah Si Pitung juga dinilai masih memiliki relevansi dengan kehidupan masa kini. Keberanian Si Pitung dalam membela rakyat menjadi salah satu nilai yang membuat ceritanya tetap dapat dimaknai di tengah perubahan zaman, “ tandas Dolfry.
Rudolf Puspa menambahkan, Teater Keliling berbeda di setiap zamannya. “Si Pitung masih relevan dengan zaman sekarang karena memiliki cerita tentang keberanian untuk membela rakyat,” ujar Rudolf Puspa, pentolan Tetater keliling yang kali ini berkiprah sebagai Pelatih Akting.
Keberanian Teater Keliling mencoba drama musical, kata Dolfry, agar kehadirannya tetap relevan dengan zaman. Keinginan untuk terus berkarya menjadi salah satu kekuatan yang membawa Teater Keliling mempertahankan eksistensinya sekaligus menjadi bagian dari perjalanan teater Indonesia; sehingga harus dilakukan inovasi-inovasi.
“Tak boleh puas dan berhenti pada apa yang sudah dicapai,” katanya.
Kesungguhan mendekati anak muda dalam seni pertunjukan, diwujudkan dengan pemakaian teknologi digital. Melalui konsep Digital Immersive Theatre Musical, Immortal The Musical: The Legendary Betawi “Si Pitung” memadukan cerita rakyat dengan musik, tari, serta visualisasi modern dan tradisional. Pendekatan ini menjadi upaya untuk membawa cerita rakyat Indonesia ke dalam pengalaman seni pertunjukan yang lebih dekat dengan penonton masa kini.
“Rugi kalau anak muda Jakaarta tidak menonton pementasan ini,” tukas Rudi, pangilan akrab Rudolf Puspa. (day)

