Tim Solid dan Kolaborasi, Kunci Sukses Pelestarian Alam
BLORA[BahteraJateng] – Tim yang solid di internal serta kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci sukses keberhasilan dalam menjalankan kegiatan pelestarian alam.
Hal tersebut disampaikan Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah I Jawa Tengah, Susilo Margono, diruang kerjanya pada Selasa (3/2).

“Agar kita match, termasuk dengan kawan-kawan Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM), kita harus menyamakan persepsi. Karena kalau bicara kehutanan, kita tidak bisa berjalan sendiri, kolaborasi dengan berbagai pihak sangat diperlukan, tentunya, tim internal lebih dulu solid,” kata Susilo kepada BahteraJateng.
Susilo menyampaikan bahwa dalam menghadapi tantangan keterbatasan anggaran pada eranya efisiensi anggaran, pihaknya memiliki trik sebagai pelayan publik, agar tetap bisa menjalankan tugas sesuai tupoksinya.

“Kita membentuk beberapa Pokja (kelompok kerja) yang disesuaikan dengan isu-isu strategis di wilayah kita, dan masing-masing Pokja kita beri ruang berkolaborasi dengan berbagai pihak. Sehingga target-target Pokja tetap tercapai tanpa bergantung dengan anggaran yang ada,” ujar Susilo.
Susilo menambahkan, dari tiga kabupaten yang menjadi wilayah kerja CDK Wilayah I Jateng, semuanya bergerak aktif dalam melaksanakan pelestarian alam.
“Tiga Kabupaten (Kabupaten Rembang, Blora, Grobogan, red) yang menjadi wilayah kerja kita, kesemuanya, baik itu kelompok masyarakat, desa, ataupun individu bergerak bersama. Kita membina 138 Kelompok Tani Hutan (KTH) Prioritas,” ucap Susilo.
Kepala Seksi P3H (Penyuluhan, Pemanfaatan, dan Perlindungan Hutan), Yosi, menambahkan bahwa kolaborasi antar pihak menjadikan semua kegiatan penanaman pohon dapat berjalan dengan baik.
“Terkait pelaksanaan distribusi bibit, kami bekerjasama dengan Persemaian Permanen yang di Bangsri, Jepara maupun Bergas, Kabupaten Semarang (milik BPDAS Pemali Jratun, red). Kalau permintaan bibit dari masyarakat sedikit, dan di persemaian kita ada, kita ambilkan dari persemaian kita sendiri hasil dari benih yang kita upayakan secara swadaya,” kata Yosi.
Lebih lanjut Yosi menyampaikan salah satu hal penting dalam pelaksanaan penanaman pohon adalah adanya inisiatif masyarakat.
“Setelah mindset masyarakat terbentuk akan kelestarian alam, mereka sendiri yang meminta bibit untuk ditanam, dan mereka akan memeliharanya hingga besar,” pungkas Yosi.(day)

