Dr Himawan Arif Sutanto, Wakil Rektor (Bidang Kemahasiswaan & Bisnis) Universitas BPD Semarang. [Foto: Sunu A Purwanto]
Dr Himawan Arif Sutanto, Wakil Rektor (Bidang Kemahasiswaan & Bisnis) Universitas BPD Semarang. [Foto: Sunu A Purwanto]
| |

Universitas BPD Melatih Kewirausahaan Mahasiswa: Mengubah Mindset Pekerja Menjadi Wirausaha

SEMARANG[BahteraJateng] – Menjadi wirausahawan (Entrepreneur) yang terdidik dan terlatih menghadapi tantangan serta mampu mencari peluang bisnis yang ada merupakan suatu alternatif yang menguntungkan bagi para mahasiswa untuk diterapkan dalam kehidupan nyata.

Menyadari hal tersebut, Wakil Rektor (Bidang Kemahasiswaan & Bisnis) Universitas BPD Semarang, Dr Himawan Arif Sutanto memiliki program pelatihan kewirausahaan khusus bagi mahasiswanya yang (sambil kuliah) memiliki rintisan usaha dan membutuhkan pengembangan. Nama programnya Micro Bussines Game (MBG) yang sudah beberapa kali menggelar pelatihan di kampusnya.

“Kami (Univ BPD) bekerjasama dengan Bank Jateng serta German Sparkaassenstiftung, sebuah lembaga pelatihan bisnis yang berkantor pusat di Jerman,” katanya.

Melalui program itu Universitas BPD secara aktif dan terrencana mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi pelaku usaha di berbagai sektor khususnya dibidang yang telah mereka rintis sebelumnya. Para peserta akan mendapatkan terkait konsep dasar kewirausahaan, peran lembaga keuangan dalam mendukung usaha produktif, serta pengenalan mekanisme Micro Business Game sebagai media pembelajaran

“Ada 30 mahasiswa pemilik mikro usaha yang ikut pelatihan selama dua hari ini (berakhir Jumat 6/2), mereka akan memperoleh pengetahuan tentang teori dan praktek kewirausahaan,” ujar Himawan.

Himawan menjelaskan, pelatihan selama dua hari itu sangat bermanfaat bagi pengembangan bisnis dan usaha mereka yang belum lama dirintis. Mahasiswa mendapat tambahan kemampuan dan skill dalam pengembangan bisnis atau usahanya yang sudah dirintisnya, bagaimana mengelola usahanya dan keuangannya serta melakuan perluasan pemasarannya.

“Setelah mengikuti program dua hari itu, mereka diharapkan mampu melakukan perancangan tempat usaha, jenis usaha, komoditi marketing plan, melaksanakan, merintis dan mengembangkan profesi wirausaha yang sudah dirintis sebelumnya,” tuturnya optimistis.

Ditambahkan, peserta juga diberikan pembekalan berupa penanaman sikap dan perilaku sebagai seorang wirausaha yang memiliki etika mengetahui faktor pendorong berkembangnya sebuah usaha, serta mengetahui success and fail story dari para pengusaha di lapangan, sehingga mendorong para peserta untuk lebih menekuni profesi ini ataupun sebagai pendamping pelaku wirausaha itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *