Unwahas Semarang menggelar prosesi pengambilan sumpah bagi calon apoteker program studi profesi apoteker (PSPA) tahun akademik 2024-2025, Sabtu (15/3).(Foto Ist)

Unwahas Gelar Sumpah Apoteker ke-27, Nilai Rata-Rata Lulusan Meningkat

SEMARANG – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang kembali menggelar prosesi pengambilan sumpah bagi calon apoteker program studi profesi apoteker (PSPA) tahun akademik 2024-2025.

Acara yang berlangsung pada Sabtu (15/3) pagi di aula Fakultas Farmasi Unwahas ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Ketua Yayasan Wahid Hasyim Semarang Prof. Abu Hapsin, Rektor Unwahas Prof. Mudzakkir Ali, serta para wakil rektor.

Turut hadir Pengurus Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Jawa Tengah apt. Jihan Aauza, S. Farm, dan perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Heri Purnomo, SKM, M.Kes.

Dalam laporannya, Ketua Program Studi Apoteker Unwahas, apt. Junvidya Heroweti, S.Farm, M.P.H., menyampaikan bahwa sebanyak 99 mahasiswa berhasil menyelesaikan pendidikan profesi apoteker pada periode ini.

Ia juga mengungkapkan bahwa rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) para lulusan mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.

“Rata-rata IPK lulusan kali ini adalah 3,78, dengan IPK tertinggi mencapai 4,0,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan ini menunjukkan bahwa kualitas akademik mahasiswa PSPA Unwahas terus mengalami perbaikan.

Prosesi sumpah apoteker berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat. Selain para pimpinan universitas dan tamu kehormatan, acara ini juga dihadiri oleh para orang tua atau wali dari calon apoteker.

Salah satu lulusan terbaik, Sabila Rusdiana, yang meraih IPK tertinggi, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya.

“Saya bersyukur menjadi bagian dari Unwahas. Saya menyelesaikan S1 Farmasi di sini dan melanjutkan program profesi apoteker juga di Unwahas,” katanya.

Dekan Fakultas Farmasi, Dr. apt. Yance Anas, M.Sc., dalam sambutannya menekankan pentingnya menjunjung tinggi etika profesi apoteker.

“Lulusan apoteker Unwahas harus menepati janji suci yang telah diikrarkan. Jangan pernah tergoda oleh kepentingan yang bertentangan dengan nilai-nilai kebaikan dan etika farmasi,” pesannya.

Ia juga mengingatkan bahwa dunia farmasi terus berkembang seiring kemajuan teknologi. Oleh karena itu, ia berharap para lulusan terus belajar dan meningkatkan kompetensinya.

Sementara itu, Rektor Unwahas, Prof. Mudzakkir Ali, mengingatkan para lulusan untuk selalu meniatkan pekerjaan mereka sebagai bentuk ibadah.

“Profesi di bidang kesehatan berkaitan erat dengan kemanusiaan. Oleh karena itu, jangan pernah membedakan pasien, baik yang kaya maupun kurang mampu,” tuturnya.

Dengan peningkatan kualitas lulusan dan komitmen tinggi terhadap etika profesi, Unwahas berharap para apoteker yang baru saja disumpah dapat berkontribusi dalam dunia kesehatan serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *