Wagub Jateng Sebut Kegiatan Keagamaan Mampu Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat
GROBOGAN[BahteraJateng] – Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen atau akrab disapa Gus Yasin menilai kegiatan keagamaan memiliki dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Gus Yasin saat menghadiri Haul Akbar Kyai Ageng Kafiluddin K Munawar Kholil ke-20 dan Masyayikh di Pondok Pesantren Al Marom, Menduran, Purwodadi, Kabupaten Grobogan pada Minggu (12/7/2026).

Menurut pria yang akrab disapa Gus Yasin itu, penyelenggaraan haul tidak hanya menjadi sarana ibadah, silaturahmi, dan menimba ilmu agama, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat di sekitarnya.


“Ini tadi saya lihat selama perjalanan panjang jalan itu dagangan laris semua,” ujar Gus Yasin.
Ia mengatakan, di tengah ketidakpastian ekonomi global, kegiatan keagamaan yang mampu menghadirkan ribuan jamaah menjadi peluang bagi pelaku usaha kecil untuk meningkatkan pendapatan. Manfaat ekonomi tersebut tidak hanya dirasakan pondok pesantren sebagai penyelenggara, tetapi juga para pedagang dan masyarakat sekitar.
Pantauan di lokasi menunjukkan puluhan lapak pedagang berjajar di sepanjang akses menuju lokasi haul. Berbagai produk, mulai dari kuliner, pakaian, sandal hingga kebutuhan sehari-hari, ramai dibeli para jamaah yang datang dari berbagai daerah.
Salah seorang pedagang asal Kaligawe, Kota Semarang, Andi, mengaku rutin berjualan setiap penyelenggaraan haul karena mampu mendongkrak penjualannya. “Pasti buka dagangan kalau ada haul di sini, setahun sekali. Hasilnya lumayan,” katanya.
Hal serupa dirasakan Widi, penjual lontong pecel khas Menduran. Ia mengaku omzet dagangannya meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat dibanding hari biasa meski tetap menjual dengan harga Rp5.000 per porsi.
Haul Akbar Ponpes Al Marom yang berlangsung pada 9–12 Juli 2026 diikuti ribuan jamaah dari berbagai daerah, di antaranya Demak, Rembang, Semarang, Jawa Barat, hingga Jakarta. Ramainya kehadiran jamaah tidak hanya mempererat ukhuwah dan meneladani para ulama, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat di sekitar pondok pesantren.(sun)

