Waisak 2026 Dongkrak Ekonomi Borobudur, Hotel hingga UMKM Diprediksi Panen Pengunjung
SEMARANG[BahteraJateng] – Perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 diproyeksikan menjadi penggerak utama ekonomi lokal di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, seiring melonjaknya kunjungan puluhan ribu umat Buddha dan wisatawan dari berbagai daerah.
Ketua DPD Walubi Jawa Tengah, Tanto Soegito Harsono, menyebut hingga pertengahan Mei tercatat sekitar 23 ribu peserta telah mendaftar mengikuti rangkaian Waisak Nasional 2026. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah, terutama saat puncak acara pelepasan lampion yang berpotensi menarik tambahan hampir 10 ribu pengunjung.

Lonjakan wisatawan itu mulai berdampak langsung pada sektor pariwisata dan usaha masyarakat. Tingkat hunian hotel, homestay, dan penginapan warga di sekitar Borobudur dilaporkan hampir penuh jauh sebelum hari pelaksanaan.
Menurut Tanto, momentum ini membawa keuntungan besar bagi pelaku usaha lokal, mulai dari pengelola akomodasi, warung makan, restoran, hingga pedagang UMKM yang melayani kebutuhan pengunjung selama perayaan berlangsung.
Selain ritual keagamaan, rangkaian Waisak juga diisi kegiatan sosial seperti bakti kesehatan gratis pada 23–24 Mei yang menargetkan sekitar 10 ribu peserta, sehingga turut meningkatkan mobilitas masyarakat di kawasan Borobudur.
Puncak Waisak pada 31 Mei 2026 diprediksi menjadi magnet utama kunjungan, terlebih bertepatan dengan libur panjang akhir Mei. Kondisi ini dinilai semakin memperkuat posisi Borobudur sebagai destinasi wisata religi sekaligus motor penggerak ekonomi masyarakat sekitar.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, menyebut Waisak tidak hanya menjadi perayaan spiritual umat Buddha, tetapi juga simbol kuat toleransi, persatuan, dan moderasi beragama di Indonesia.
“Pemprov Jawa Tengah mendukung seluruh rangkaian kegiatan mulai dari bakti sosial kesehatan, ritual spiritual, hingga prosesi puncak Waisak di Borobudur. Saya akan hadir,” ujarnya.(sun)

