Pelantikan Sudaryono sebagai Kepala BGN
Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7). (Dok. BPMI Setpres)
|

1.700 Orang Keracunan MBG Dalam Tiga Hari, Program Prabowo Kembali Disorot Media Internasional

JAKARTA[BahteraJateng] — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto terus mendapat sorotan media internasional.

Reuters menyoroti rentetan kasus keracunan makanan yang terjadi dalam pelaksanaan program tersebut, dengan lebih dari 1.700 siswa dan guru dilaporkan jatuh sakit hanya dalam tiga hari.

Dalam laporan yang diterbitkan pada Kamis (3/9), Reuters menyebut program yang bernilai miliaran dolar dan ditujukan untuk meningkatkan pemenuhan gizi puluhan juta anak di Indonesia, dalam pelaksanaannya menghadapi serangkaian persoalan.

Mulai dari kasus keracunan makanan secara massal, dugaan korupsi, hingga pergantian pimpinan lembaga yang mengawasi program tersebut.

Kasus terbaru terjadi di Lasem Rembang, Jawa Tengah, dengan sebanyak 752 siswa dan 25 guru di sebuah sekolah menengah atas mengalami diare dan muntah setelah menyantap porsi MBG pada Rabu (2/9).

Pada hari yang sama, kasus keracunan juga dilaporkan di Nganjuk, Jawa Timur, yang menimpa 49 orang, serta di Agam, Sumatera Barat, dengan 237 orang terdampak.

Sebelumnya pada Selasa (1/9), sebanyak 664 siswa sebuah pesantren di Sidoarjo, Jawa Timur, juga jatuh sakit setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut. Dapur yang diduga terkait dengan kasus itu kemudian dihentikan sementara pada Rabu.

Anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi kesehatan, Charles Honoris, menyebut kasus-kasus tersebut bukan kejadian yang berdiri sendiri.

“Ini adalah kegagalan sistem,” kata Charles dalam pernyataannya yang dikutip Reuters.

Berdasarkan data kementerian kesehatan yang dikutip Charles, hingga 1 September 2026 terdapat sekira 50.000 orang yang terdampak kasus keracunan makanan terkait program MBG.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono, yang memimpin lembaga pelaksana program tersebut, mengatakan pemerintah akan menangani persoalan keracunan secara serius.

Pernyataan itu disampaikan Sudaryono dalam rapat dengan parlemen setelah rangkaian kasus keracunan kembali terjadi di sejumlah daerah.

Reuters juga mengutip survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Juli yang menunjukkan hanya sekitar sepertiga masyarakat yang menyatakan puas terhadap program tersebut. Reuters menyebut kasus keracunan menjadi salah satu alasan utama rendahnya tingkat kepuasan tersebut.
Sumber : Reuters

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *