|

Terry Palmer Bidik Pasar Global

JAKARTA [BAHTERA JATENG]- Produk handuk premium, Terry Palmer, berkomitmen terus berinovasi dan memperkuat posisi di pasar lokal hingga internasional.

Direktur Utama Terry Palmer, Wilson Pesik mengatakan, Terry Palmer siap menghadapi tantangan masa depan.


“Meskipun awalnya menghadapi tantangan besar melawan produk impor dengan harga murah, Terry Palmer tetap bertahan dengan mengedepankan kualitas tinggi,” kata Wilson Pesik, Rabu (9/10).

Meski demikian, usaha ini  terbayar dengan permintaan terus meningkat dan ekspansi besar-besaran. Terry Palmer dimulai dari sebuah pabrik kecil di Palmerah pada tahun 1962. Alhasil, relokasi pabrik ke Tangerang pada 1998 dan pembangunan pabrik baru di Balaraja pada 2010.


“Handuk bermotif dan berkualitas Eropa dulunya dianggap tidak akan laku di pasar Indonesia, tetapi kami terus berinovasi dan percaya pada produk kami,” kata Wilson.

Selain itu, di kondisi iklim dunia sekarang yang telah berubah, kami melihat kepedulian kaum muda terhadap lingkungan dan kesehatan meningkat.

Terry Palmer Group berinovasi dengan melahirkan produk dengan menggunakan bahan baku dari serat bambu ramah lingkungan serta lebih sehat dan alami. Bahan tersebut dipadukan desain dan warna lebih stylish dan modern disukai masyarakat saat ini.

Produk keluaran terbaru seperti Terry Palmer seri Luxury, terbuat dari katun Mesir terbaik di dunia. Lalu, ada Morning Whistle Bamboo Towel ramah lingkungan.

Wilson Pesik turut beradaptasi dengan perkembangan digital dan berhasil menjangkau konsumen lebih luas. Salah satu strategi utamanya adalah memanfaatkan Shopee dan fitur Shopee Live.

Dukungan dari Shopee, baik melalui fitur-fitur interaktif maupun program promosi, akan terus menjadi pilar penting dalam kesuksesan brand ini.

Wilson memanfaatkan fitur Shopee Live dan Shopee Video tidak hanya untuk mendongkrak penjualan. Terry Palmer melihat keduanya memiliki potensi lebih besar dalam memberikan nilai tambah bagi konsumen.

Salah satu caranya adalah dengan mengedukasi konsumen, maupun calon pembeli, tentang berbagai jenis handuk dan cara merawatnya dengan benar.

“Kami sering menerima keluhan dari konsumen yang bingung tentang bagaimana menjaga handuk mereka tetap awet dan berkualitas. Inilah alasan kami menggunakan dua fitur ini untuk berbagi pengetahuan dengan lebih jelas,” jelas Wilson

Terry Palmer mencari inspirasi dalam menciptakan konten Shopee Live dan Shopee Video dengan melakukan riset pasar secara menyeluruh seperti tren terbaru, kebutuhan konsumen, serta gaya hidup relevan dengan audiens.

Selain itu, mengikuti trending content di platform e-commerce dan media sosial juga penting untuk melihat ketertarikan perhatian konsumen.

“Sehingga konten dihasilkan bisa informatif dan menarik untuk dilihat,” kata dia lagi.

Sebagai contoh, Terry Palmer seringkali memberikan tips dalam konten atau sesi live stream mengenai penggunaan pelembut pakaian saat mencuci handuk atau menyetrika handuk masih keliru. Teknik kurang tepat ini dapat menyumbat serat handuk sehingga mengurangi kemampuan handuk dalam menyerap air dan jadi tidak tahan lama.

“Harapan kami adalah agar Shopee terus memperluas dukungannya bagi brand lokal dan UMKM, sehingga kita semua bisa tumbuh bersama dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian Indonesia,” kata Wilson.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *