Lewat Karnaval, Siswa SMPN 1 Bumiayu Diajak Rawat Budaya Nusantara
BREBES[BahteraJateng] – Upaya mengenalkan dan melestarikan budaya Nusantara dilakukan SMP Negeri 1 Bumiayu melalui Karnaval Pembangunan Seni dan Budaya tingkat Kecamatan Bumiayu pada Senin (24/8). Para siswa tidak sekadar mengikuti parade, tetapi turut menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya Indonesia.
Mengusung tema “Pesona Bumiayu untuk Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, sebanyak 535 siswa bersama 58 guru dan tenaga kependidikan tampil dalam iring-iringan karnaval. Beragam kesenian dan budaya Nusantara ditampilkan untuk mengenalkan kekayaan budaya kepada masyarakat sekaligus menumbuhkan kecintaan siswa terhadap warisan leluhur.

Salah satu penampilan yang mencuri perhatian yakni Batik Karnival. Para siswa mengenakan kreasi busana berbahan dan bermotif batik yang merepresentasikan keragaman budaya Indonesia.
Batik tidak hanya ditampilkan sebagai busana, tetapi juga diperkenalkan sebagai warisan budaya yang memiliki nilai filosofi dan menjadi bagian dari identitas bangsa.

Pesona budaya Nusantara kemudian diperkuat melalui parade busana adat dari berbagai daerah. Pakaian tradisional tersebut menjadi gambaran keberagaman suku dan budaya Indonesia sekaligus sarana bagi siswa untuk mengenal berbagai warisan budaya di Tanah Air.
Rangkaian pertunjukan juga menampilkan Tari Payung dan Gunungan serta Tari Angguk Angglang. Kesenian tradisional tersebut menjadi bagian dari pembelajaran budaya secara langsung bagi para siswa.
Ketua Panitia Karnaval SMP Negeri 1 Bumiayu, Johan Burhanuddin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus belajar menghargai seni dan budaya bangsa.
“Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus belajar menghargai seni dan budaya bangsa. Proses persiapan hingga pelaksanaan karnaval juga mengajarkan kedisiplinan, tanggung jawab, kekompakan, dan kerja sama,” ujar Johan.
Menurut dia, pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Kegiatan seni dan budaya dapat menjadi sarana pembentukan karakter sekaligus menumbuhkan keberanian siswa untuk tampil dan berinteraksi dengan masyarakat.
Sementara itu, Plt. Kepala SMP Negeri 1 Bumiayu, Irham Farihi, menilai keterlibatan siswa dalam karnaval menjadi bagian dari komitmen sekolah mengembangkan potensi peserta didik secara menyeluruh.
“Kami ingin anak-anak SMP Negeri 1 Bumiayu tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, keterampilan, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap seni dan budaya bangsa,” tutur Irham.
Ia mengatakan, pengenalan budaya kepada generasi muda penting dilakukan secara berkelanjutan agar warisan budaya tidak berhenti sebagai peninggalan masa lalu, tetapi tetap dikenal dan dipelajari generasi berikutnya.
Melalui karnaval tersebut, siswa SMP Negeri 1 Bumiayu sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan dengan cara kreatif. Batik, busana adat, tari tradisional, hingga kesenian daerah dihadirkan dalam sebuah parade yang melibatkan langsung generasi muda.
Kegiatan itu pun menjadi ruang pertemuan antara pendidikan, kreativitas, dan budaya. Para siswa tidak hanya belajar mengenai keberagaman Nusantara, tetapi juga ikut mempraktikkan, memperkenalkan, dan merawatnya melalui karya serta penampilan mereka di tengah masyarakat.

