Agustin-Iswar Akan Terapkan Reformasi Birokrasi Bebas KKN dan Pelaksanaan Sistem Merit Obyektif
SEMARANG[BahteraJateng] – Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang nomor urut 01, Agustina Wilujeng dan Iswar Aminuddin, memaparkan strategi mereka dalam menerapkan reformasi birokrasi di Kota Semarang dengan fokus pada transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi tata kelola pemerintahan.
Dalam debat putaran kedua yang diselenggarakan oleh KPU Kota Semarang di Hotel Patra Jasa pada Jumat (8/11) malam, Iswar Aminuddin menggarisbawahi komitmen Agustin-Iswar untuk menata birokrasi bebas dari praktik KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme).

Iswar menyatakan bahwa meski sudah ada peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, perlu adanya evaluasi dan penguatan fungsi dalam reformasi birokrasi. Ia menyoroti bahwa transparansi dan profesionalisme adalah kunci utama dalam membangun pemerintahan yang bersih dan efektif.
“Peningkatan ini mencakup promosi, mutasi, dan penghargaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) agar berjalan obyektif berdasarkan sistem merit yang adil,* ujar Iswar.

Sistem merit, menurut UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN, adalah kebijakan manajemen ASN berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja, tanpa diskriminasi.
Iswar mengungkapkan bahwa indeks profesionalisme ASN saat ini sudah mencapai 85,99, yang menunjukkan adanya perkembangan signifikan. Namun, ia menambahkan bahwa capaian ini harus terus ditingkatkan dengan penekanan pada kualifikasi dan kompetensi yang diukur secara obyektif, agar tercipta birokrasi yang semakin efektif.
Lebih lanjut, Iswar juga menyoroti rendahnya indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kota Semarang yang masih di angka 3,89. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi informasi di pemerintahan belum optimal.
“Untuk itu, Agustin-Iswar berkomitmen meningkatkan SPBE dengan mengintegrasikan berbagai aplikasi layanan publik dan portal untuk meningkatkan efisiensi layanan,* tutur Iswar.
Inisiatif ini akan mendukung pembangunan konsep smart city yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan, mobilitas warga, dan perekonomian masyarakat.
“Selain itu, kami berjanji untuk mempercepat respons atas pengaduan masyarakat dengan menyediakan satu aplikasi terpadu, sehingga setiap keluhan dapat terselesaikan dengan lebih cepat dan tepat,” tandasnya.
Dengan rencana ini, Agustin-Iswar optimis bahwa reformasi birokrasi yang bersih dan efektif dapat terwujud, menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan mampu memberikan pelayanan publik berkualitas tinggi di Kota Semarang.(sun)

