Ajak Investor Bedhol Pabrik ke Jateng, Gubernur Ahmad Luthfi Jamin Kemudahan Perizinan dan Keamanan
JAKARTA[BahteraJateng] – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menawarkan konsep “bedhol pabrik” kepada 100 investor dari China, Malaysia, Singapura, Hongkong, dan Indonesia dalam Indonesia Investment Summit di Swissotel PIK, Jakarta, Selasa (15/4).
Gubernur Ahmad Luthfi mendorong investor untuk memindahkan industrinya ke Jateng dengan berbagai kemudahan dan jaminan keamanan.

“Investor tidak boleh diganggu, tak ada premanisme. Malpraktik, premanisme minta-minta tidak boleh. Semuanya sesuai hukum,” tegas Ahmad Luthfi.
Ia menjamin keamanan dan kepastian hukum bagi semua investor yang masuk ke Jawa Tengah. Menurutnya, organisasi massa atau pihak manapun yang mengganggu investasi akan ditindak tegas. Bahkan, perusahaan dipersilakan melapor langsung jika mengalami kendala.

Selain itu, kemudahan perizinan juga menjadi daya tarik. Semua proses dilakukan secara online untuk memotong birokrasi dan mencegah praktik pungli. Investor bisa memantau langsung progres perizinannya dan kepala dinas terkait siap mengawal prosesnya.
Dari sisi ketenagakerjaan, Ahmad Luthfi menjelaskan bahwa upah di Jateng lebih kompetitif dan bisa dikompromikan melalui skema tripartit antara perusahaan, buruh, dan pemerintah.
Keunggulan lain adalah dukungan infrastruktur jalan dan jalur distribusi ekonomi yang terus diperbaiki sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025.
Ia juga menyoroti target swasembada pangan pada 2026 yang memperkuat sektor agroindustri.
Ketua Asian Trade Tourism and Economic Council (ATTEC), Budiharjo Iduansjah, menyambut baik langkah Gubernur Jateng.
Ia menyebut Jateng sebagai wilayah yang sangat potensial karena memiliki lahan luas yang cocok untuk berbagai jenis industri.
“Jateng sangat siap menyambut investor dari mana pun,” ujarnya.

