Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi saat menerima audiensi BRIN di kantor Gubernur Jateng, Senin (5/5).(Foto Ist)
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi saat menerima audiensi BRIN di kantor Gubernur Jateng, Senin (5/5).(Foto Ist)
|

Gubernur Luthfi Dukung BRIN Jadikan Provinsi Jateng Mandiri Pangan dan Energi

SEMARANG[BahteraJateng] – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan dukungan penuh terhadap program Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menjadikan Jawa Tengah sebagai percontohan provinsi mandiri dalam bidang pangan dan energi.

Dukungan itu disampaikan saat menerima audiensi dari pihak BRIN di Kantor Gubernur Jateng pada Senin (5/5).


BRIN telah menjalankan dua inovasi strategis di wilayah Jawa Tengah. Pertama, inovasi produksi Padi Biosalin, yakni varietas padi yang tahan terhadap air payau sehingga dapat ditanam di lahan marjinal pesisir yang sebelumnya tidak produktif.

Kedua, pengembangan Pentasol, bahan bakar alternatif dari sampah plastik yang bisa digunakan untuk alat mesin pertanian dan perahu nelayan.


“Terima kasih telah memberikan kerja tematik di Jateng, seperti pengelolaan sampah plastik menjadi bahan bakar cair Pentasol, dan penanaman padi di daerah pesisir yang sebelumnya tidak bisa ditanami,” ujar Gubernur Luthfi.

Ia juga meminta agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dapat segera terlibat aktif dalam mendukung riset dan implementasi program ini.

Menurutnya, langkah cepat dan tanpa hambatan birokrasi sangat dibutuhkan, mengingat para peneliti BRIN merupakan kalangan ahli.

“Tidak usah banyak izin-izin. Mereka ini profesor semua. Yang penting, sampahnya clear dan produksi beras bisa meningkat,” tegasnya.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi saat menerima audiensi BRIN di kantor Gubernur Jateng, Senin (5/5).(Foto Ist)
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi saat menerima audiensi BRIN di kantor Gubernur Jateng, Senin (5/5).(Foto Ist)

Anggota Dewan Pengarah BRIN, Tri Mumpuni, menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah untuk mengimplementasikan hasil riset pusat.

Ia meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan kekuatan hukum berupa regulasi agar inovasi ini dapat berjalan optimal di lapangan.

“Kita keroyok Jateng agar jadi contoh provinsi yang cukup pangan dan energi,” tuturnya.

Peneliti Ahli Utama OR Energi Manufaktur BRIN, Tri Martini Patria, menjelaskan bahwa Padi Biosalin dan Pentasol dirancang untuk menjawab kebutuhan petani dan nelayan.

Saat ini, dari total potensi lahan marjinal seluas 15 ribu hektare, baru sekitar 500 hektare yang ditanami padi. Hasil panen terakhir di Semarang mencapai 6,9 ton gabah kering per hektare.

Adapun Pentasol, yang telah diuji coba di Kota Semarang, terbukti bisa digunakan untuk mesin perahu nelayan maupun alat pertanian berbasis diesel. Melalui Peraturan Wali Kota Semarang Nomor 7 Tahun 2025, Pentasol kini memiliki payung hukum pemanfaatannya.

Martini menyebut, dari 1 kg sampah plastik bisa dihasilkan 85–90 persen bahan bakar setara dexlite, dengan harga riset Rp6.000–7.000 per liter.

“Tujuannya bukan semata untuk berjualan, tetapi menyelesaikan persoalan sampah plastik. Bonusnya, bisa jadi bahan bakar,” tandasnya.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *