Screenshot
|

Soundtrack Film Penggerak Narasi Menuntun Emosi Penonton

JAKARTA [BahteraJateng]- Film Indonesia Sore : Istri dari Masa Depan sudah bisa dinikmati penonton di bioskop. Kehadiran soundtrack juga menjadi penggerak narasi menuntun emosi penonton dan membentuk karakter dalam film.

Sore: Istri dari Masa Depan dibintangi aktor Jonathan (Dion Wiyoko) adalah seorang fotografer Indonesia sudah lama menetap di Italia.


Ia menjalani hidup dalam rutinitas sepi dan tak teratur, acuh pada kesehatan dan emosinya sendiri. Segalanya berubah ketika ia bertemu dengan Sore (Sheila Dara Aisha), wanita misterius yang mengaku sebagai istrinya-dari masa depan.

Sore hadir dalam hidup Jonathan dengan penuh kasih dan perhatian. Walau awalnya Jonathan meragukan identitas Sore, kehadiran wanita ini perlahan membuka hatinya dan menyadarkannya akan pentingnya merawat diri dan memperbaiki cara pandangnya terhadap kehidupan.


Sore bukan hanya membawa cinta, tapi juga misi penting yakni menyelamatkan Jonathan dari takdir buruk menantinya. Kisah mereka pun menjelma menjadi perjalanan emosional sarat makna tentang cinta, pilihan hidup, dan kesempatan kedua.

Sutradara film Yandy Laurens mengajak penonton masuk ke dalam kisah cinta Jonathan dan istrinya dari masa depan, Sore. Cerita mereka penuh berbagai lapisan emosi dan pilihan lagu-lagu dikurasi khusus untuk film ini.

 

Lagu ‘Gaze’ dan ‘Forget Jakarta’ dari Adhitia Sofyan menghadirkan kembali nuansa nostalgia dari webseries.

Sementara itu, ‘Terbuang Dalam Waktu’ dari Barasuara memperkuat salah satu adegan paling emosional dalam film berhasil menembus Top 50 Daily Viral Songs di Spotify. Hanya dalam beberapa hari setelah Gala Premiere film di tanggal 2 Juli 2025.

Head of Music Spotify Asia Tenggara, Kossy Ng mengatakan, musik dalam film membawa sebuah cerita terasa lebih hidup.

“Kami melihat soundtrack film begitu sering didengarkan dan akhirnya masuk ke tangga lagu Spotify,” kata dia, dalam siaran rilis, Kamis 10 Juli 2025.

Hal ini menunjukkan pendengar tidak hanya mendengarkan lagu, tapi juga terhubung dengan ceritanya. Koneksi emosional itu membuat sebuah soundtrack jadi elemen begitu kuat.

Spotify berbincang bersama Yandy Laurens dan ia membagikan cerita di balik proses kreatifnya. Mulai dari draft naskah hingga potongan akhir film dan lagu-lagu dipilih membantu membentuk suasana dalam momen-momen paling berkesan.

 

“Tantangan terbesar dalam menulis itu sebenarnya memperdalam karakter. Buat saya, artinya usaha memahami manusia mau saya ciptakan, supaya mereka terasa nyata dan bukan cuma alat penggerak plot,” kata dia.

Di dunia nyata saja, memahami orang lain itu susah. Bahkan kadang memahami diri sendiri saja sudah berat terlebih karakter fiksi.

“Nah, di sini musik yang bantu saya buat membayangkan karakter-karakter ini secara emosional,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *