Kerukunan Umat Beragama Modal Dasar Menjaga Keutuhan NKRI
PEKALONGAN[BahteraJateng] – Kemampuan umat beragama di Indonesia dalam memelihara kerukunan dan kedamaian meski diantara mereka berbeda agama yang dipeluknya menjadi modal dasar dan fondasi utama dalam upaya Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesi (NKRI)
Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa KH Multazam Ahmad, mengatakan di Indonesia banyak keragaman, namun keragaman itu tidak sampai menjadi pemicu atau pintu masuk terjadinya pembelahan atau perpecahan dalam berbangsa dan bernegara.

“Termasuk perbedaan agama yang dipeluk masyarakat Indonesia, diantara kita ada yang berbeda agama, suku, ras dan sebagainya. Namun kita bersepakat untuk rukun dan hidup bersama dalam bingkai NKRI,” kata kiai Multazam di Pekalongan.
Kiai Multazam mengatakan hal itu usai menyampaikan sosialisasi hasil silaturahmi nasional (Silatnas) dan Temu Kerukunan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se Indonesia di Jakarta beberapa waktu lalu.

Sosialisasi yang berlangsung di Meeting Room lantai 1, FITK Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid, Kampus 2 Jl. Pahlawan km.5 Rowolaku Kajen Kab Pekalongan itu diikuti pengurus FKUB Kabupaten/Kota dan para tokoh agama sewilayah eks Karesidenan Pekalongan pada Sabtu (8/11).
Menurutnya ada beberapa strategi untuk membangun dan menguatkan kerukunan yang sudah terpelihara sejak lama, diantaranya sesama warga tidak membeda-bedakan tetangga atau sesama berdasarkan agama, suku, atau ras.
Selain itu, lanjutnya, dalam keseharian menjenguk tetangga yang sakit atau membantu mereka yang kesusahan (dukungan moril maupun materiil), tidak mengganggu saat umat agama lain sedang melaksanakan ibadah, menyapa dan bersikap sopan santun dalam interaksi sehari-hari dan menghindari penyebaran informasi yang bersifat ujaran kebencian, terutama di media sosial.
Muslichatun, dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah saat menyampaikan sambutan menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga untuk menjaga harmoni sosial di tengah dinamika politik dan arus informasi yang semakin kompleks.
Sementara Rektor UIN Abdurrahman Wahid Pekalongan, Prof. Zainal Mustaqim, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UIN Gus Dur sebagai tuan rumah kegiatan FKUB Jawa Tengah.
Menurutnya, kampus keagamaan seperti UIN memiliki tanggung jawab moral untuk menumbuhkan dan menginternalisasikan nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan akademik dan masyarakat luas.
Ketua FKUB Jateng Prof Imam Yahya, dalam kesempatan terpisah mengatakan dalam upaya memelihara kerukunan beragama pihaknya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, kali ini bersama dengan Perguruan Tinggi, khususnya kampus berbasis keagamaan.
“Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat nilai-nilai kerukunan di akar masyarakat. Atas nama FKUB Jawa Tengah kami menyampaikan ungkapan terima kasih kepada Rektor UIN Abdurrahman Wahid, Prof Dr. Zainal Mustaqim, atas dukungan terlaksananya kegiatan ini,” tuturnya.

