Kadar Lusman
Ketua DPRD kota Semarang, Kadar Lusman.(Dok BahteraJateng)
|

DPRD Kota Semarang Setujui Rp500 Miliar untuk Anggaran Pengendalian Banjir

SEMARANG[BahteraJateng] – DPRD Kota Semarang menyatakan dukungan terhadap rencana alokasi anggaran hampir Rp500 miliar dalam APBD 2026 untuk pengendalian banjir. Meski demikian, DPRD menegaskan penggunaan anggaran tersebut harus sepenuhnya berpihak pada kepentingan masyarakat.

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman, mengatakan persoalan banjir merupakan masalah serius yang harus segera ditangani. Karena itu, DPRD pada prinsipnya sepakat dengan peningkatan anggaran pengendalian banjir tersebut.


“Banjir itu bencana, musibah yang tidak bisa diprediksi dan tidak ada jadwalnya. Jangan sampai bencana justru dianggap sebagai budaya,” kata Kadar Lusman yang akrab disapa Pilus tersebut beberapa waktu lalu.

Ia menegaskan, DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan secara ketat terhadap pelaksanaan anggaran pengendalian banjir. Dewan hanya akan memberikan persetujuan penuh jika anggaran tersebut benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat luas.


“Kalau memang untuk kepentingan masyarakat, dewan sangat mendukung. Tapi kalau untuk kepentingan kelompok tertentu, mohon maaf, pasti akan kami pangkas,” tegasnya.

DPRD juga memastikan setiap program yang dibiayai melalui anggaran pengendalian banjir harus memberikan dampak nyata, terutama dalam menurunkan risiko banjir serta meningkatkan keselamatan warga.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Semarang mengalokasikan anggaran sekitar Rp500 miliar dalam APBD 2026 untuk sektor lingkungan hidup. Nilai tersebut meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan anggaran tahun sebelumnya yang sebesar Rp300 miliar.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menjelaskan penambahan anggaran dilakukan karena penanganan banjir merupakan kebutuhan mendesak dan termasuk masalah lingkungan yang harus segera diselesaikan.

“Banjir ini masuk kategori masalah lingkungan yang harus diselesaikan, sehingga membutuhkan fokus dan dukungan anggaran yang besar,” ujar Agustina.

Ia menambahkan, dampak banjir sangat luas, mulai dari terganggunya aktivitas ekonomi, lalu lintas, hingga kegiatan pendidikan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *