Ahmad Luthfi Kunjungi Desa Transmigran Bagelen Lampung, Jejak Jawa Tengah Terasa Kuat
LAMPUNG[BahteraJateng] – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengunjungi Desa Bagelen, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung pada Rabu (7/1).
Kunjungan orang nomor satu di Jawa Tengah tersebut menegaskan kuatnya ikatan sejarah dan sosiokultural antara Jawa Tengah dan Lampung yang telah terjalin sejak lebih dari satu abad lalu melalui program transmigrasi.

Kehadiran Gubernur Luthfi yang didampingi Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela disambut hangat oleh warga Desa Bagelen yang mayoritas merupakan keturunan transmigran asal Jawa Tengah.
Nuansa budaya Jawa tampak kental, mulai dari bahasa yang digunakan warga hingga adat istiadat yang masih dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

Desa Bagelen merupakan salah satu desa transmigran tertua di Lampung. Sekitar tahun 1905, warga dari wilayah Kedu Selatan, Jawa Tengah, diberangkatkan ke Lampung pada masa kolonial Hindia Belanda.
Mereka membuka hutan, mengolah lahan, dan membangun permukiman yang berkembang hingga saat ini. Proses transmigrasi berlanjut pada periode 1906–1908 dan membentuk komunitas Jawa yang tetap melestarikan nilai budaya lintas generasi.
Salah satu warga, Warkim Prawiroatmojo, menyebut nama Bagelen diambil dari daerah asal para leluhur di Jawa Tengah. Ia mengaku bangga atas kunjungan Gubernur Jawa Tengah yang dinilainya memiliki makna tersendiri bagi warga desa.
Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan kebanggaannya dapat berkunjung langsung ke Desa Bagelen. Ia menilai masyarakat transmigran di desa tersebut telah berhasil membangun kehidupan yang sejahtera bersama generasi penerusnya.
“Semoga Desa Bagelen terus berkembang, rukun, dan tetap melestarikan nilai-nilai budaya,” pungkasnya.(sun)

